Wagub Tegas: "Pertamina Terlibat, Tulis Besar-Besar" dalam Kasus Oli Palsu
Faktakalbar.id, PONTIANAK
- Peredaran oli palsu, yang sebagian besar bermerek
Mesran Pertamina
, telah lama merugikan masyarakat Kalimantan Barat. Polemik ini kembali menjadi sorotan setelah Wakil Gubernur Kalimantan Barat,
Krisantus Kurniawan
, menegaskan bahwa
Pertamina
tidak bisa lepas tangan dari masalah ini.
Saat ditemui tim
Faktakalbar.id
Kamis, (18/9/2025),
Krisantus
secara terbuka menyebut Pertamina ikut bertanggung jawab.
“Hampir semua merek di gudang itu bertuliskan Pertamina, mulai dari Mesran, drum-drum juga bertuliskan Pertamina. Pertamina (Lubricant) bahkan pernah beraudiensi dengan saya. Saya sampai bilang, aneh kalian ini, seharusnya kalian laporkan. Jadi Pertamina dalam hal ini yang harus mendorong aparat kepolisian, karena nama mereka dirugikan dan jelas merugikan kredibilitas Pertamina. Kalau Pertamina diam terus, jelas Pertamina terlibat dong. Tulis saja besar-besar, Pak Wagub bilang,” tegas
Krisantus
.
Menurutnya, kasus ini sudah terlalu lama mengambang tanpa kejelasan.
Baca Juga:
Pernah Laporkan Faktakalbar.id ke Dewan Pers, Inisial EM Kini Dihubungkan dengan Gudang Oli Diduga Palsu yang Digerebek Aparat Gabungan
“Saya tentu ingin masalah ini segera dituntaskan oleh Polda Kalimantan Barat,” ujarnya.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (
Ditreskrimsus
) Polda Kalbar sebelumnya telah meningkatkan penanganan kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen terkait oli palsu ke tahap penyidikan sejak 17 Agustus 2025.
Langkah ini ditandai dengan terbitnya Laporan Polisi
LP/ B/193/VI/2025/SPKT.DITKRIMSUS/POLDA KALBAR
tanggal 21 Juni 2025.
Penyidik juga telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) di Kompleks Pergudangan Jalan
Extrajoss
No. B6, B7
, dan
D6
, Kabupaten Kubu Raya.
Sejumlah drum pelumas telah disita, garis polisi dipasang, barang bukti dihitung, dan sampel oli diambil untuk pemeriksaan. Namun, hingga kini Polda Kalbar belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini.
Baca Juga:
Gudang Diduga Oli Palsu Disegel Polda Kalbar, Masyarakat Menuntut Pengungkapan Pelaku Utama dan Jaringannya
Kasus dugaan oli palsu ini sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat Kalbar karena produk dengan merek Pertamina diduga kuat dipalsukan dalam jumlah besar.
Praktik tersebut bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga bisa merusak citra Pertamina sebagai perusahaan energi negara.
Krisantus
menilai sikap Pertamina yang terkesan membiarkan peredaran oli palsu semakin menambah kecurigaan publik.
“Nama mereka sudah dipakai, masyarakat dirugikan, tapi mereka tidak proaktif. Itu yang membuat saya katakan Pertamina bisa dianggap terlibat,” ujarnya.
Selain kasus dugaan oli palsu, Pertamina juga dihadapkan pada sorotan lain di Kalimantan Barat. Mereka sering kali menjadi topik utama diskursus kalangan masyarakat umum maupun
stakeholders
terkait dugaan penyelewengan BBM bersubsidi.
(Dhn)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.