Wali Kota Ajak Pemuda Muhammadiyah Kolaborasi Bangun Pontianak
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Wali Kota Pontianak,
Edi Rusdi Kamtono
, mengajak organisasi kepemudaan, khususnya Pemuda Muhammadiyah, untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam mendukung pembangunan kota.
Baca Juga:
Pelantikan Pemuda Muhammadiyah, Kapolresta Pontianak: Silakan Kritis, tapi Jangan Anarkis
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Pontianak periode 2026–2030 di Aula BKPSDM Kalbar, Jumat (10/4/2026).
Edi menyebutkan bahwa Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, pendidikan, dan kesehatan.
Oleh karena itu, pembangunan kota tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak.
“Kita di era sekarang ini harus berkolaborasi dan bersinergi dalam mencapai cita-cita kita untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama,”
ujarnya.
Menurut Edi, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks, terlebih di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Ia menyinggung dampak dari konflik internasional terhadap stabilitas ekonomi, mulai dari ancaman kenaikan harga energi, bahan bakar, hingga bahan baku industri yang pada akhirnya dapat memengaruhi kehidupan masyarakat di daerah.
“Oleh sebab itu, dalam kondisi seperti sekarang ini, kuncinya kita harus punya mindset kebersamaan, kesadaran bersama, dan kecerdasan untuk memajukan bangsa ini,”
katanya.
Baca Juga:
Pontianak Utara Bakal Punya Ikon Wisata Baru
Ia juga menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi penting sebagai agen perubahan dan penerus tongkat estafet pembangunan.
Cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai apabila anak-anak muda saat ini benar-benar dipersiapkan dari sekarang, baik dari sisi karakter, kapasitas, maupun kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
“Pemuda ini adalah agen perubahan, pendobrak, dan penerus kemajuan bangsa ke depan. Kalau tidak kita persiapkan dari sekarang, maka cita-cita Indonesia Emas akan sulit tercapai,”
tegasnya.
Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa Kota Pontianak memiliki dinamika yang sangat khas karena aktivitas masyarakatnya tidak hanya berasal dari warga ber-KTP setempat.
Ia membeberkan bahwa terdapat lebih dari 43 ribu mahasiswa yang bukan penduduk asli, namun ikut menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari di Pontianak.
“Kalau kita ngopi di Pontianak, belum tentu semuanya warga Pontianak. Bisa jadi dari Kubu Raya, Mempawah, atau daerah lain. Artinya mobilitas masyarakat di kota ini sangat tinggi dan itu mempengaruhi kehidupan kota secara keseluruhan,
” ungkapnya.
Menutup arahannya, Edi menilai organisasi kepemudaan seperti Pemuda Muhammadiyah memiliki ruang yang besar untuk ikut ambil bagian dalam membangun kesadaran kolektif, memperkuat karakter generasi muda, dan menjaga optimisme di tengah tantangan zaman.
Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kota yang maju, nyaman, dan berdaya saing, dengan tetap menjunjung tinggi nilai keagamaan dan persatuan.
(FR)
Tag:
#Pemkot Pontianak
#Edi Rusdi Kamtono
#Indonesia Emas 2045
#Pemuda Muhammadiyah
#Pembangunan Kota
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.