Wali Kota Pontianak Minta RT/RW Pantau Bangunan Kosong Usai Insiden Ruko Roboh di Jalan Sisingamangaraja
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Sebuah bangunan rumah toko (ruko) di Jalan Sisingamangaraja, Pontianak, roboh pada Senin (3/11/2025). Insiden ini segera mendapat respons dari Wali
Kota Pontianak
, Edi Rusdi Kamtono.
Ia meminta seluruh pemilik bangunan di Pontianak, terutama ruko, untuk lebih serius memperhatikan kondisi bangunannya, apalagi yang sudah berusia tua.
Baca Juga:
Bangunan Pondok Pesantren Roboh di Sidoarjo, Tim SAR Gabungan Berjibaku Evakuasi Korban
Edi Kamtono juga menginstruksikan dinas terkait untuk aktif memonitor dan mengawasi bangunan-bangunan yang dinilai rentan ambruk.
Ia memperingatkan bahwa jika pemilik abai, tindakan tegas berupa pembongkaran paksa bisa dilakukan demi keselamatan publik.
“Bangunan-bangunan tua perlu dikontrol dan dicek secara berkala. Kalau pemiliknya tidak melakukan perbaikan atau pembongkaran sendiri, bisa saja dibouwvalle atau dilakukan pembongkaran secara paksa demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Edi menegaskan bahwa pemilik bangunan memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga serta memperhatikan asetnya.
Hal ini penting agar bangunan tersebut tidak menimbulkan bahaya dan risiko bagi lingkungan sekitar, terutama bagi pejalan kaki atau tetangga di sebelahnya.
Wali Kota juga menyoroti masalah klasik, yakni banyaknya bangunan yang dibiarkan terbengkalai karena pemiliknya sudah lama tidak tinggal di Pontianak atau tidak diketahui keberadaannya.
Baca Juga:
Bangunan Majelis Taklim Roboh saat Peringatan Maulid, Bupati Bogor Sebut 84 Orang Luka dan Empat Korban Jiwa
Untuk mengatasi hal ini, ia meminta peran aktif aparat di tingkat kelurahan dan RT/RW untuk turut memantau.
“Setidaknya lingkungan terdekat seperti RT, RW, dan lurah dapat memantau kondisi bangunan di sekitarnya. Jika ada bangunan yang berbahaya atau tidak terawat, segera koordinasikan dengan dinas teknis untuk dilakukan tindakan perbaikan atau pembongkaran,” tegasnya.
Sementara itu, Mufli, salah satu karyawan toko yang berada di sekitar lokasi ruko roboh di Sisingamangaraja, menceritakan detik-detik kejadian.
Ia menceritakan, awalnya ia bersama karyawan lainnya mendengar suara aneh, seperti keramik pecah, dari sisi bangunan.
Tidak berselang lama, terdengar suara gemuruh bangunan yang ambruk. Beruntung, saat kejadian, kondisi jalan sedang sepi.
“Kondisi jalan saat itu sepi sehingga tidak ada korban namun suara yang keras cukup membuat kaget masyarakat sekitar lokasi,” ungkapnya.
Langkah pengawasan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya insiden serupa akibat bangunan tua yang tidak terawat, sekaligus menjaga keselamatan warga di sekitar lokasi ruko roboh di Sisingamangaraja tersebut.
Baca Juga:
Eksekusi Bangunan di Kubu Raya Ricuh, Termohon Tolak Bangunannya Dirobohkan
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.