faktakalbar

Wamenkeu Ungkap 5 Jurus Keluar dari Middle-Income Trap di Forum TREND 2026

Penulis: Redaksi Wednesday, 08 April 2026 📖 2 menit
Wamenkeu Ungkap 5 Jurus Keluar dari Middle-Income Trap di Forum TREND 2026
Faktakalbar.id, JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memaparkan lima agenda strategis pemerintah agar Indonesia mampu keluar dari middle-income trap atau jebakan pendapatan menengah. Pemaparan tersebut disampaikan dalam forum Tutur Economic Dialogue (TREND) 2026 di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (7/4/2026). Baca Juga:  Geliat Ramadan Diyakini Mampu Penuhi Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional Kuartal I Suahasil menegaskan bahwa situasi global yang tidak menentu saat ini menuntut Indonesia untuk memperkuat fondasi pembangunan. Tanpa langkah strategis yang konsisten, pertumbuhan ekonomi nasional berisiko stagnan di angka 5 persen dan terjebak dalam jangka panjang. Dalam pidato penutupnya, Suahasil menguraikan lima agenda besar sebagai peta jalan pemerintah. Agenda tersebut meliputi peningkatan produktivitas tenaga kerja, pembangunan infrastruktur untuk akses layanan dasar, reformasi institusional, kebijakan tepat sasaran, dan menjaga stabilitas keberlanjutan pembangunan. “Apa yang harus kita lakukan, kalau dunia sedang seperti ini. Paling tidak ada lima agenda besar pembangunan untuk keluar dari middle-income trap. Pertama, tingkatkan terus produktifitas pekerja kita,” ujar Suahasil. Terkait perbaikan kelembagaan, ia menekankan pentingnya membenahi sistem birokrasi dan regulasi secara nyata. “Ketiga, institusional reform. Termasuk di dalamnya berbicara reformasi birokrasi. Harus dipikirkan regulasi yang mempunyai dampak. Perlu transformasi kelembagaan dan perlu memastikan institusi dapat bekerja agar iklim investasi terjaga,” tegasnya. Suahasil meminta kelima agenda ini diterjemahkan secara konsisten dalam kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari sisi transformasi digital, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyoroti perubahan fase Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menyebut fase digitalisasi awal telah terlewati oleh para pelaku usaha. “Sebetulnya kalau kita bilang UMKM harus go online, itu sudah go online semua umumnya,” kata Nezar. Nezar menegaskan, fokus pemerintah saat ini adalah menggenjot produktivitas dan daya saing. “Jadi harus produktif dan harus kompetitif karena tujuan dari transformasi digital itu juga untuk visi kita ke depan, visi Indonesia digital 2045. Dan 5 tahun ke depan kita ingin mencapai apa yang kita sebut sebagai konektivitas yang bermakna,” jelasnya. “Untuk itu infrastruktur telekomunikasinya harus kita jaga termasuk juga ekosistem karena ini saling berkaitan,” pungkas Nezar. Forum TREND 2026 yang mengusung tema “Unlocking Growth in the Middle-Income Trap” ini menghadirkan lima sesi diskusi lintas sektor. Sesi fondasi makroekonomi diisi oleh Ibnu Yahya (Bappenas), Wijayanto Samirin, dan Metta Dharmasaputra. Baca Juga:  Rupiah Tembus 17 Ribu, Simak 5 Dampak Nyata bagi Ekonomi dan Kehidupan Masyarakat Sesi hilirisasi menghadirkan Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno dan Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah. Sesi kendaraan listrik diisi oleh Ketua Umum Periklindo Moeldoko dan COO Hyundai Motors Indonesia. Sesi manufaktur dan perkebunan menghadirkan Waketum KADIN Saleh Husin dan Ketua GAPKI M. Fadhil Hasan. Sesi terakhir terkait digitalisasi diisi Wamenkomdigi Nezar Patria dan Direktur IT PT Telkom Faizal Rochmad Djoemadi. Rangkaian forum ekonomi ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Tutur Media Digital. President Commissioner sekaligus Director of Content Tutur Media Digital, Don Bosco Selamun, menyatakan platformnya hadir untuk membangun cara berpikir publik yang jernih di tengah derasnya arus informasi. “Kami percaya yang dibutuhkan hari ini bukan hanya sekadar informasi, tetapi informasi yang bermakna,” ujar Don Bosco. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK