faktakalbar

Warga Aceh Kibarkan Bendera GAM di Tengah Bencana Banjir

Penulis: Redaksi Saturday, 27 December 2025 📖 2 menit
Warga Aceh Kibarkan Bendera GAM di Tengah Bencana Banjir
Faktakalbar.id, ACEH - Bencana alam terbesar sepanjang tahun 2025 menutup akhir tahun dengan duka mendalam di Pulau Sumatera. Di tengah situasi darurat tersebut sebuah video viral di jagat maya memperlihatkan aksi masyarakat Aceh mengibarkan bendera Bulan Bintang yang identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Pengibaran bendera ini terjadi saat banjir bandang melanda Provinsi Aceh serta Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Aksi ini dinilai bukan sekadar euforia sejarah melainkan bentuk protes keras atas respons pemerintah yang dianggap lamban. Meskipun Pemerintah Pusat belum menyetujui penggunaan bendera Bulan Bintang secara resmi, namun Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 telah mengesahkannya sebagai Bendera dan Lambang Aceh. Baca Juga:  Oknum TNI Intimidasi Jurnalis di Aceh, AJI Kecam Keras Sebagian warga menilai bendera ini adalah warisan sejarah dan representasi identitas budaya. Namun berkibarnya bendera Bulan Bintang di tengah bencana kali ini merefleksikan akumulasi kekecewaan serta rasa pasrah warga terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam menangani bencana di Sumatera. Data BNPB Catat Ribuan Korban Jiwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB merilis data per 21 Desember 2025 yang menggambarkan dahsyatnya dampak bencana. Sebanyak 1.090 orang meninggal dunia sementara 186 orang hilang dan 7.000 warga mengalami luka-luka di 52 kabupaten/kota. Kerusakan material pun sangat masif hingga melumpuhkan aktivitas warga. Data menunjukkan 147.236 rumah rusak berat disertai kehancuran pada 1.600 fasilitas umum dan 219 fasilitas kesehatan serta 967 sekolah. Gubernur Aceh Muzakir Manaf bahkan tak kuasa menahan air mata saat diwawancarai Najwa Shihab di Narasi TV. Ia menangis mengenang derita rakyatnya yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal. Krisis Ekologis Akibat Kayu Gelondongan Publik tidak hanya menyoroti tingginya air tetapi juga banyaknya kayu gelondongan besar yang hanyut dalam banjir. Fenomena ini memicu dugaan kuat adanya kerusakan ekosistem di wilayah hulu. Banyak pihak menduga bencana ini tidak murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem semata melainkan diperparah oleh kerusakan hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS). Gelondongan kayu ini menjadi indikasi adanya masalah dalam kebijakan sektor kehutanan dan tata ruang yang mengabaikan daya dukung lingkungan. Baca Juga:  Kibarkan Bendera GAM, Iring-iringan Pengantar Bantuan di Aceh Utara Dibubarkan Aparat Pemerintahan Prabowo-Gibran mengklaim telah melakukan respons cepat melalui kementerian terkait. Namun fakta di lapangan berbicara lain karena laporan mengenai listrik padam dan minimnya air bersih terus bermunculan. Publik menilai pemerintah gagap menghadapi bencana ini sehingga tingkat kepercayaan masyarakat menurun. Fenomena pengibaran bendera GAM ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah pusat untuk segera memprioritaskan penanganan korban dan perbaikan ekologis secara nyata. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK