faktakalbar

Warga Ketitang Wetan Minta Tanggul Permanen dan Normalisasi Sungai, Ini Jawaban BNPB

Penulis: Redaksi Wednesday, 29 October 2025 📖 2 menit
Warga Ketitang Wetan Minta Tanggul Permanen dan Normalisasi Sungai, Ini Jawaban BNPB
Faktakalbar.id, PATI – Setiap musim penghujan, warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, selalu hidup dalam bayang-bayang banjir. Namun, kali ini, perhatian pemerintah pusat hadir untuk menjawab keresahan tersebut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) berkomitmen mengawal penanganan banjir Pati secara menyeluruh, mulai dari solusi darurat hingga mitigasi ekologi jangka panjang. Baca Juga: Update Bencana BNPB: Banjir Landa Sejumlah Wilayah, Longsor di Bandung Barat Telan Korban Jiwa Nestapa terakhir datang pada Kamis (23/10), setelah hujan tak berhenti selama tiga hari tiga malam. Sungai Widodaren yang melingkari desa kehilangan daya tampung. Puncaknya, pada Jumat (24/10), delapan titik tanggul di anak sungainya, Kaliombo, jebol. Air mengepung seluruh desa, merendam semua rumah dengan ketinggian 50-100 sentimeter dan berdampak pada lebih dari 2.500 jiwa. Akar Masalah: Sedimentasi Sungai Menurut warga, bencana ini merupakan akumulasi masalah selama bertahun-tahun. Sungai Widodaren dulunya memiliki dua cabang, Kaligedong dan Kaliombo. Namun, sedimentasi parah membuat Sungai Kaligedong menyusut dan mati. Akibatnya, seluruh aliran air terpusat ke satu aliran: Kaliombo. Beban sungai menjadi terlalu berat, dan tanggul tak mampu lagi menahan air kiriman dari hulu Pegunungan Kapur Utara. BNPB Hadir, Warga Sampaikan Dua Harapan Menjawab kondisi darurat ini, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, memerintahkan Direktorat Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) untuk hadir membersamai warga pada Selasa (28/10). Baca Juga: Pantura Lumpuh Akibat Banjir Semarang, Pesawat Modifikasi Cuaca Dikerahkan Halau Awan Hujan Dalam pertemuan akrab di Balai Desa Ketitang Wetan, warga menumpahkan segala keresahannya. Kepada Direktur DSDD Agus Riyanto, warga tidak meminta apapun, kecuali dua harapan utama: Pembangunan tanggul permanen sebagai benteng pelindung. Normalisasi Sungai Kaligedong yang telah mati. Tiga Tahap Solusi BNPB Mendengar aspirasi tersebut, Direktur DSDD Agus Riyanto menegaskan bahwa BNPB bersama Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati berkomitmen mengupayakan solusi tuntas dalam tiga tahap. 1. Jangka Pendek (Darurat) Dukungan pemenuhan kebutuhan dasar warga, serta perbaikan dan penguatan tanggul darurat yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serang, Lusi dan Juana. Secara paralel, BNPB telah mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak dua hari lalu. Metode ini diambil untuk mengelola cuaca agar hujan tidak jatuh ke wilayah terdampak dan hulu, sehingga proses perbaikan tanggul bisa berjalan optimal. 2. Jangka Menengah (Mitigasi) BNPB akan berkoordinasi untuk mitigasi struktural dan non-struktural. Dukungan struktural meliputi penguatan tanggul secara permanen dan normalisasi sungai, sesuai harapan warga. Sedangkan mitigasi non-struktural akan dilakukan melalui penguatan kapasitas masyarakat lewat program Desa Tangguh Bencana (Destana). 3. Jangka Panjang (Ekologi) Mitigasi berbasis ekologi akan menyasar hulu Sungai Widodaren di lereng Pegunungan Kapur Utara yang telah banyak berubah fungsi. Pengembalian marwah hulu sebagai daerah resapan air akan dilakukan melalui sinergi lintas kementerian/lembaga dan peran aktif masyarakat. Baca Juga: Update BNPB: Banjir Semarang, Longsor Bandung Barat, dan Erupsi Lewotobi Landa Indonesia Di akhir pertemuan, BNPB menyerahkan bantuan logistik dan peralatan, termasuk selimut, beras, hygiene kit , dan sembako. Diharapkan, seluruh upaya penanganan banjir Pati ini dapat memulihkan kondisi warga dan membangun ketangguhan yang sejati di Ketitang Wetan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK