Waspada! Benarkah Asam Urat Tinggi Bisa Picu Serangan Jantung pada Perempuan?
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Selama ini,
asam urat
sering kali hanya dikaitkan dengan rasa nyeri di jempol kaki atau persendian yang bengkak.
Banyak yang menganggapnya sebagai masalah "rematik" biasa.
Namun, riset medis terbaru memberikan peringatan serius: kadar asam urat yang tidak terkontrol ternyata memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko
serangan jantung
, terutama bagi seorang perempuan.
Kaitan Medis: Lebih dari Sekadar Nyeri Sendi
Baca Juga:
Ini Daftar Makanan yang Wajib Dihindari Penderita Asam Urat Saat Berbuka
Dalam dunia medis, kondisi kadar asam urat tinggi dikenal dengan istilah
hyperuricemia
.
Ketika zat ini berlebih di dalam darah, ia tidak hanya mengendap di sendi, tetapi juga dapat memicu peradangan pada dinding pembuluh darah.
Proses peradangan ini menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan mengalami penyempitan, sebuah kondisi yang disebut
atherosclerosis
.
Jika penyempitan ini terjadi pada pembuluh darah yang menuju ke jantung, maka risiko terjadinya serangan jantung akan meningkat drastis.
Kristal asam urat yang mikroskopis tersebut bertindak layaknya "pengganggu" yang merusak sistem kerja jantung secara perlahan namun pasti.
Mengapa Risiko pada Perempuan Berbeda?
Seorang perempuan memiliki perlindungan alami berupa hormon estrogen yang membantu ginjal membuang asam urat dengan lebih cepat.
Namun, kondisi ini berubah drastis ketika memasuki fase
menopause
.
Saat kadar estrogen menurun, asam urat cenderung meningkat di dalam darah.
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan kadar asam urat tinggi justru memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang lebih fatal dibandingkan laki-laki.
Selain itu, gejala awal masalah jantung pada perempuan sering kali tidak terlihat jelas atau
atypical
, sehingga sering kali baru disadari saat kondisinya sudah cukup berat.
Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Untuk menghindari risiko ini, perubahan gaya hidup menjadi kunci utama. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
Rutin Melakukan Medical Check-up:
Jangan tunggu nyeri sendi muncul untuk memeriksa kadar asam urat.
Perhatikan Asupan Makanan:
Batasi makanan yang mengandung purin tinggi seperti jeroan atau makanan laut tertentu.
Hidrasi yang Cukup:
Minum air putih yang cukup membantu ginjal menyaring asam urat secara maksimal.
Olahraga Teratur:
Membantu menjaga kelenturan pembuluh darah dan berat badan ideal.
Memahami bahwa asam urat bukan sekadar masalah sendi adalah langkah awal untuk melindungi jantung Anda.
Dengan deteksi dini dan pola hidup sehat, risiko serangan jantung dapat ditekan sedini mungkin.
Baca Juga:
Nyeri Sendi Mendadak? 5 Ini Langkah Darurat yang Wajib Dilakukan Saat Asam Urat Kambuh
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.