faktakalbar

Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Minta Pemda Siaga Pasca Rentetan Kejadian Bencana Terbaru

Penulis: Redaksi Wednesday, 04 February 2026 📖 2 menit
Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Minta Pemda Siaga Pasca Rentetan Kejadian Bencana Terbaru
Faktakalbar.id, NASIONAL - Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait sejumlah Kejadian Bencana yang melanda wilayah Indonesia pada awal Februari 2026. Laporan yang dihimpun sejak Selasa (3/2) hingga Rabu (4/2) pukul 07.00 WIB ini mencatat rentetan peristiwa hidrometeorologi, mulai dari tanah bergerak, tanah longsor, hingga banjir bandang. Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Banjir dan Longsor di Jawa hingga Nusa Tenggara Laporan pertama menyoroti fenomena tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Selasa (3/2) dini hari. Insiden yang dipicu hujan berintensitas tinggi pada kontur tanah miring ini berdampak serius di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) atau 470 jiwa terdampak langsung. Akibatnya, 10 KK dan 526 santri terpaksa mengungsi di dua titik aman. Kerusakan infrastruktur tercatat meliputi 12 rumah rusak berat, 7 rusak sedang, dan 2 rusak ringan. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal melaporkan kerusakan pada fasilitas publik, termasuk enam unit fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, tempat ibadah, bendungan, dan jembatan. “BPBD setempat masih melakukan asesmen dan penanganan darurat, seperti pengaktifan pos komando dan pos pengungsian. Hasil analisis BPBD menunjukkan potensi gerakan tanah masih tinggi di kawasan tersebut,” tulis laporan BNPB. Peristiwa memilukan juga terjadi di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tanah longsor menimbun area penambangan timah rakyat di Desa Pemali pada Senin (2/2). Insiden ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sementara empat orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang mengerahkan tiga unit ekskavator. Baca Juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Caringin Bogor, BNPB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sementara itu, banjir bandang menerjang Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bencana ini melanda Desa Pakis di Kecamatan Panti dan Desa Pecoro di Kecamatan Rambipuji. Satu warga dilaporkan meninggal dunia dan telah dievakuasi. Banjir sempat memaksa 30 jiwa mengungsi, namun kondisi Sungai Badean kini dilaporkan mulai surut dan warga bergotong royong membersihkan material sisa banjir. Di Pulau Sumatera, banjir luapan Sungai Benakat merendam tujuh desa di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Sebanyak 1.892 KK terdampak genangan air, meski kondisi lapangan kini dilaporkan berangsur surut. Menyikapi rangkaian Kejadian Bencana tersebut, BNPB mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai. “BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siaga. Beberapa wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir,” bunyi imbauan resmi BNPB. BPBD di seluruh daerah diharapkan aktif menyampaikan peringatan dini agar masyarakat dapat melakukan evakuasi mandiri guna menghindari risiko fatal akibat bencana. Baca Juga: Tinjau Longsor Bandung Barat, Wapres Gibran dan Kepala BNPB Pastikan Penanganan Optimal (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK