faktakalbar

Waspada Oli Palsu, Harga Jauh di Bawah Standar Jadi Indikator Utama

Penulis: Redaksi Sunday, 09 November 2025 📖 1 menit
Waspada Oli Palsu, Harga Jauh di Bawah Standar Jadi Indikator Utama
Faktakalbar.id, NASIONAL - Maraknya peredaran oli palsu hingga saat ini masih meresahkan pemilik kendaraan. Padahal, penggunaan pelumas palsu dapat menimbulkan kerusakan fatal pada mesin. Apin, pemilik toko Pelita Motor di sentra otomotif Blok M Mall, mengatakan cara paling mudah agar konsumen tidak tertipu oli palsu adalah dengan tidak membeli pelumas yang harganya berada di bawah standar pasaran. “Sebenarnya kalau mau beli oli itu gampang, ya. Tapi orang kadang maunya yang murah. Jangan begitu. Lihat saja harga standarnya berapa, itu yang jadi patokan," kata Apin kepada wartawan, Selasa (04/11/2025). Baca Juga:  BBM SPBU Swasta Langka, Bahlil: Ini Negara Hukum, Monggo Cari Negara Lain! Apin menjelaskan, harga bisa menjadi indikator utama. Oli palsu umumnya dijual jauh lebih murah dari harga pasaran dan seringkali dikemas menyerupai produk asli untuk mengecoh pembeli. Selain itu, ia menyarankan agar tidak membeli produk dari sumber yang tidak jelas asal-usulnya, misalnya dari marketplace yang bukan toko resmi ( official stor e) atau distributor resmi. "Kalau kita semua oli yang dijual berasal dari distributor resmi, bukan dari sales-sales yang tidak jelas asalnya. Soalnya kita tidak tahu oli itu dari mana," ujarnya. "Jadi, ambil dari distributor resmi saja supaya terjamin keasliannya. Kalau harga di bawah standar, ya patut curiga, sudah pasti begitu,” tegas Apin. Untuk memastikan keaslian, konsumen diimbau memperhatikan kemasan secara detail, mulai dari label hologram, tutup botol yang masih tersegel rapat, hingga kode produksi yang tercetak jelas. Namun, Apin mengingatkan bahwa hal tersebut tidak memberi jaminan seratus persen. Para pemalsu kini semakin canggih dan bisa membuat tiruan kemasan yang sangat mirip. “Orang bisa bikin sendiri kok. Itu kan bisa dicetak. Soal barcode-nya. Apalagi kalau sudah sampai tahap assembly dan packaging di kita,” ujar Apin. “Ya udah, itu gampang banget. Semua bisa dibuat, termasuk kemasannya. Mereka jualin juga, gitu loh,” ungkapnya. Baca Juga:  Tukin PNS Kementerian ESDM Naik 100%, Bahlil Beri Ultimatum: Jangan Main-Main Izin, Saya Rumahkan! (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK