Kasus Malaria dan Penyakit Ini Diprediksi Naik 2026
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Para pakar kesehatan dunia memprediksi tahun 2026 menjadi periode penuh ujian bagi sektor kesehatan global. Sejumlah penyakit menular, terutama malaria, serta gangguan kesehatan akibat perubahan iklim diperkirakan akan mengalami lonjakan kasus yang signifikan.
Kondisi ini dipicu oleh pemangkasan bantuan kemanusiaan dan pendanaan kesehatan internasional di beberapa negara besar.
Direktur Kantor Eropa
Gates Foundation
, Anja Langenbucher, memperingatkan dampak serius dari jeda pendanaan ini terhadap kemajuan kesehatan global.
Baca Juga:
Waspada Musim Hujan: Kenali 4 Penyakit “Langganan” Saat Banjir dan Cara Mencegahnya
"Penghentian sementara pendanaan baru-baru ini untuk inisiatif kesehatan global menciptakan hambatan bagi kemajuan, dengan efek yang dapat berlanjut hingga tahun 2026 jika ketidakpastian terus berlanjut," kata Anja Langenbucher.
Ia juga menambahkan data mengenai kondisi anak-anak saat ini yang cukup mengkhawatirkan.
"Ini terjadi pada saat angka kematian anak kembali meningkat untuk pertama kalinya di abad ini," imbuhnya.
Malaria Jadi Ancaman Utama
Organisasi
Global Fund
menyoroti malaria sebagai tantangan terbesar pada tahun 2026. Hal ini terjadi akibat melambatnya upaya pengendalian di lapangan serta meningkatnya resistensi parasit terhadap obat-obatan yang ada.
Juru bicara
Global Fund
menekankan perlunya strategi baru untuk melindungi kelompok rentan.
"Secara keseluruhan, tahun mendatang akan ditandai dengan pilihan-pilihan sulit, tetapi juga dengan peluang untuk memfokuskan kembali kesehatan global pada dampak, integrasi, dan kepemimpinan negara dengan ukuran utama adalah apakah kita dapat melindungi kelompok yang paling rentan dari penyakit yang sepenuhnya dapat dicegah," ungkap juru bicara tersebut.
Krisis Dokter dan Iklim
Selain penyakit menular, krisis ketersediaan tenaga medis juga membayangi tahun ini.
Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mencatat kekurangan dokter dan perawat terjadi di hampir semua negara maju akibat populasi yang menua dan tekanan kesehatan mental.
"Kita dapat memperkirakan kendala tenaga kerja akan tetap menjadi pusat perdebatan kebijakan kesehatan pada tahun 2026," ujar Katherine de Bienassis, analis kebijakan kesehatan di OECD.
Baca Juga:
Ratusan Kasus ISPA Muncul, Dinkes Sumbar Waspadai Lonjakan Penyakit Pascabencana
Faktor perubahan iklim turut memperparah risiko kesehatan global. Direktur
Health and Environment Alliance
, Génon K. Jensen, mendesak agar kebijakan iklim menjadi prioritas kesehatan.
"Ilmu pengetahuan menunjukkan tidak ada tanda-tanda bahwa krisis (iklim) ini melambat, sementara perhatian kebijakan Uni Eropa tetap terfokus di tempat lain," tegas Jensen.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.