faktakalbar

Waspada Risiko Saham BUMI, Investor Pemula Jangan Asal Beli

Penulis: Redaksi Thursday, 15 January 2026 📖 1 menit
Waspada Risiko Saham BUMI, Investor Pemula Jangan Asal Beli
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pergerakan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang sangat aktif belakangan ini menarik perhatian banyak pihak. Namun, di balik ramainya transaksi, tersimpan risiko besar bagi investor perorangan yang hanya bermodal nekat tanpa analisis mendalam. Para pengamat pasar modal mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam rasa takut ketinggalan tren atau FOMO. Masuk ke pasar saham saat terjadi aksi jual besar-besaran oleh investor asing seperti saat ini memiliki risiko kerugian yang tinggi. Baca Juga:  Investor China Jual Saham BUMI, Kenapa Lokal Malah Borong? Bahaya Membeli Saat Harga Jatuh Membeli saham yang harganya sedang turun tajam dengan harapan akan segera naik kembali adalah tindakan yang sangat berisiko. Dalam kasus BUMI, tekanan jual dari investor besar asal China, Chengdong Investment Corp , masih sangat kuat. Selama pemegang saham besar masih terus menjual saham dalam jumlah banyak, harga saham memiliki kecenderungan untuk terus tertekan. Investor pemula yang terburu-buru membeli tanpa strategi yang jelas berisiko mengalami kerugian besar. Uang investor kecil justru bisa menjadi sasaran penjualan bagi investor besar yang ingin mencairkan keuntungan atau keluar dari saham tersebut. Hati-hati Spekulasi Pasar Selain tekanan jual asing, bahaya lain mengintai dari sisi spekulasi. Banyak investor membeli saham BUMI hanya karena rumor masuknya saham ini ke indeks MSCI . Investor perlu mengingat bahwa hal tersebut masih bersifat prediksi. Jika ternyata pada pengumuman resmi nanti saham BUMI tidak masuk dalam indeks tersebut, harga saham bisa jatuh lebih dalam karena kekecewaan pasar. Gunakan Dana Menganggur Menghadapi situasi pasar yang harga sahamnya naik dan turun dengan cepat ini, investor harus bersikap bijak. Sangat tidak disarankan menggunakan dana kebutuhan sehari-hari untuk membeli saham yang sedang bergejolak. Baca Juga:  Bawa Dana Rp 2 Triliun, Investor Asing Buru Saham Indonesia Sebaiknya, investor melakukan analisis kinerja perusahaan terlebih dahulu atau menunggu hingga tekanan jual dari investor asing mereda. Menjaga modal tetap aman jauh lebih penting daripada mengejar keuntungan sesaat dengan risiko kehilangan dana yang besar. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK