faktakalbar

Waspada Takjil Berbahaya: Cara Cepat Kenali Ciri Makanan Berformalin dan Boraks

Penulis: Redaksi Friday, 06 March 2026 📖 2 menit
Waspada Takjil Berbahaya: Cara Cepat Kenali Ciri Makanan Berformalin dan Boraks
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Berburu takjil sudah menjadi tradisi wajib saat bulan Ramadan . Namun, di balik tampilannya yang menggoda dan warnanya yang cantik, ada bahaya tersembunyi yang mengintai kesehatan Anda. Penggunaan bahan kimia industri seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil masih sering ditemukan pada jajanan pasar secara ilegal. Agar tidak salah pilih, simak panduan praktis mengenali ciri-ciri takjil berbahaya demi menjaga kesehatan keluarga selama bulan suci. Baca Juga:  Wujud Kepedulian Ramadan, Polsek Seponti Kayong Utara Bagikan Takjil Gratis Formalin: Pengawet Mayat pada Mi dan Tahu Formalin sebenarnya adalah bahan pengawet kayu atau tekstil, namun sering disalahgunakan agar makanan tahan lama. Secara ilmiah, konsumsi formalin jangka panjang dapat merusak organ dalam dan memicu kanker. Ciri-ciri makanan mengandung formalin: Tekstur: Sangat kenyal, tidak mudah hancur, atau tidak mudah putus pada mi basah. Daya Tahan: Makanan tetap terlihat segar meski sudah berada di suhu ruang lebih dari 24 jam. Aroma: Terkadang tercium bau kimia yang khas dan tidak dihinggapi lalat. Boraks: Kenyal yang Mencurigakan Boraks atau bleng biasanya ditambahkan agar tekstur makanan menjadi sangat kenyal dan renyah. Bahan ini sering ditemukan pada bakso, siomay, hingga kerupuk gendar. Ciri-ciri makanan mengandung boraks: Tekstur: Sangat kenyal, tidak lengket, dan tidak mudah hancur saat ditekan. Rasa: Meninggalkan rasa getir atau sedikit pahit di lidah setelah dikonsumsi. Warna: Cenderung lebih putih bersih atau cerah dibandingkan warna alami. Pewarna Tekstil: Warna Mencolok yang Menipu Warna merah muda atau kuning yang sangat cerah pada kue lapis, cendol, atau sirup sering kali berasal dari Rhodamin B atau Methanyl Yellow . Keduanya adalah pewarna sintetis untuk kertas dan kain. Ciri-ciri makanan mengandung pewarna tekstil: Warna: Sangat mencolok, tampak berpendar ( neon ), dan warnanya tidak merata (terdapat bintik-bintik warna). Efek: Meninggalkan bekas warna yang sulit hilang di lidah atau tenggorokan setelah dimakan. Menjadi konsumen yang cerdas adalah kunci utama. Selalu perhatikan kebersihan tempat penjualan dan jangan mudah tergiur dengan harga murah atau tampilan makanan yang terlalu sempurna secara fisik. Baca Juga:  Program Gerobak Sedekah Presisi, Polwan Polda Kalbar Bagikan Takjil di Masjid Mujahidin (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK