faktakalbar

Waspada! Virus Mematikan African Swine Fever Mengancam Perbatasan Indonesia-Malaysia

Penulis: Redaksi Saturday, 14 December 2024 📖 1 menit
Waspada! Virus Mematikan African Swine Fever Mengancam Perbatasan Indonesia-Malaysia
FAKTA GRUP - Menanggapi surat pemberitahuan dari Jabatan Perkhidmatan Veteriner Sarawak, Malaysia (No. (8)DVS/SMH/600/9/VOL.1) terkait kasus baru African Swine Fever (ASF) di Mongkos, Distrik Tebedu, Sarawak, Malaysia, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat melalui Satpel PLBN Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, bekerja sama dengan CIQS PLBN Badau, Satgas Pamtas RI-Malaysia, serta Forkompincam Badau, meningkatkan pengawasan lalu lintas barang di wilayah perbatasan. Fokus pengawasan diarahkan pada babi dan produk turunannya untuk mencegah penyebaran virus ASF ke Indonesia. Ketua Tim Karantina Hewan BKHIT Kalimantan Barat, drh. Muamar Darda, menjelaskan bahwa wilayah Sarawak berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat, termasuk di PLBN Badau. Hal ini meningkatkan risiko masuknya penyakit ASF ke Indonesia. "Dengan tantangan seperti itu, tindakan preventif merupakan solusi yang lebih efektif dalam upaya menanggulangi virus ASF. Kami menghimbau masyarakat untuk tidak membawa ataupun melakukan kontak dengan hewan babi dan produknya, baik keluar dari Indonesia maupun ke dalam Indonesia, untuk bersama-sama kita mencegah kejadian baru penyakit ASF di wilayah perbatasan," ujarnya, Jumat, 13 Desember 2024. Muamar menambahkan bahwa kasus ASF yang dilaporkan di Mongkos, Sarawak, memiliki dampak besar, terutama bagi masyarakat perbatasan. "Penyakit ini akan sangat merugikan masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan ternak warga perbatasan," jelasnya. Ia juga menguraikan bahwa African Swine Fever adalah penyakit mematikan pada babi yang disebabkan oleh virus non-zoonosis (tidak menular ke manusia). Penyakit ini menyerang babi liar maupun babi ternak tanpa memandang umur, dengan tingkat kematian mencapai 100%. "Untuk diketahui, sampai saat ini belum ada cara efektif dalam pengobatan penyakit ASF. Belum adanya vaksin dan media penyebaran virus yang sangat beragam—mulai dari kontak langsung dengan babi tertular, pakan sisa, orang, hingga objek seperti pakaian, sepatu, peralatan kandang, kendaraan, dan sebagainya—menambah kesulitan penanggulangan ASF sampai saat ini," tambahnya. Muamar mengajak masyarakat untuk bersinergi dalam mencegah penyebaran ASF. "Mari bersama-sama kita waspada dan cegah ASF, dimulai dari kita, oleh kita, dan untuk kita semua," tutupnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK