faktakalbar

Waspadai Tortikolis, Gangguan Leher Serius yang Sering Terabaikan

Penulis: Redaksi Tuesday, 24 June 2025 📖 1 menit
Waspadai Tortikolis, Gangguan Leher Serius yang Sering Terabaikan
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Tortikolis atau leher miring merupakan gangguan otot pada leher yang menyebabkan kepala miring ke salah satu sisi akibat kekakuan otot sternocleidomastoid (SCM). Kondisi ini dapat dialami sejak lahir atau muncul di kemudian hari, baik pada bayi maupun orang dewasa. Baca Juga:   Curi iPhone 13 Pro Max di Rumah Sakit Pontianak, Residivis Nekat Jual Rp1,2 Juta di Facebook Hal ini disampaikan oleh fisioterapis Dewi Larasati Tristiana saat memberikan edukasi kesehatan kepada pasien di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Senin (23/06/2025). “ Tortikolis bisa terjadi sejak lahir, dikenal sebagai congenital tortikolis, atau muncul kemudian dalam kehidupan. Ada juga tortikolis idiopatik, yaitu kondisi tanpa penyebab yang jelas ,” jelasnya. Pada bayi, tortikolis kerap disebabkan oleh posisi tubuh dalam kandungan atau trauma saat persalinan. Sedangkan pada orang dewasa, faktor pencetus bisa berupa postur tubuh buruk, cedera, peradangan, stres, hingga gangguan neurologis. Gejala utama dari tortikolis meliputi posisi kepala miring atau terpuntir, nyeri dan kekakuan otot leher, keterbatasan gerakan kepala, hingga dagu mengarah ke satu sisi. Beberapa penderita juga mengalami sakit kepala dan pembengkakan otot leher. Baca Juga:   RSUD SSMA Edukasi Masyarakat Tentang Inkontinensia Urine “ Penanganan utama untuk kondisi ini adalah fisioterapi. Terapi ini mencakup peregangan otot, penguatan otot, mobilisasi dan manipulasi sendi, edukasi postur, penggunaan modalitas terapi fisik, serta latihan mandiri di rumah ,” ungkap Dewi. Latihan mandiri yang dapat dilakukan di rumah antara lain peregangan otot leher samping (lateral neck flexion), peregangan putar leher (neck rotation), gerakan dagu ke dada (chin tuck), serta pijat mandiri pada otot SCM. Dewi mengingatkan bahwa semua latihan harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti arahan dari fisioterapis. “ Peregangan harus dilakukan dengan lembut dan perlahan. Jangan memaksakan diri karena bisa menimbulkan cedera. Jika muncul keluhan yang lebih serius, segera konsultasikan ke dokter ,” pungkasnya. (fd)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK