faktakalbar

Waterfront Sambas Terbengkalai, Warga Desak Pemprov Kalbar

Penulis: Redaksi Tuesday, 20 January 2026 📖 1 menit
Waterfront Sambas Terbengkalai, Warga Desak Pemprov Kalbar
Faktakalbar.id,  SAMBAS – Warga menyoroti tajam kondisi proyek Waterfront di kawasan Keraton Sambas yang kini terbengkalai. Proyek tersebut menyisakan struktur bangunan rapuh dan justru memicu kerusakan lingkungan. Warga mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) segera mengambil tanggung jawab penuh atas masalah ini. Material bangunan melapuk, struktur penahan tanah melemah, serta abrasi menggerus kawasan sekitar Keraton Alwatzikhoebillah . Hingga memasuki tahun anggaran 2026, Pemprov Kalbar belum memberikan kepastian terkait kelanjutan proyek ini. Baca Juga:  Bupati Satono Buka CFD Sambas 2026 Rizalfarizal, seorang warga Sambas, menganggap kondisi ini sebagai bentuk pembiaran yang sengaja. Ia mempertanyakan sikap pemerintah yang tak kunjung memperjelas nasib proyek, apakah akan lanjut, pulih, atau membusuk begitu saja. “Kalau tahun ini kembali tidak dianggarkan, itu artinya pemerintah provinsi sadar membiarkan kerusakan makin parah. Yang memulai dan merusak kawasan keraton itu program provinsi sendiri, dengan perencanaan yang asal-asalan,” tegas Rizalfarizal di Sambas, Senin (12/1/2026). Rizal menilai pemerintah membangun proyek waterfront tersebut di atas fondasi kajian yang rapuh. Ia menyebut kajian lingkungan dan cagar budaya tidak memadai, sehingga pembangunan justru merusak kawasan bersejarah milik masyarakat Melayu Sambas. “Ini bukan sekedar proyek mangkrak. Ini soal tanggung jawab negara terhadap warisan sejarah dan lingkungan. Tidak boleh lepas tangan setelah menimbulkan dampak,” lanjutnya. Tuntut Tanggung Jawab Provinsi Lebih lanjut, Rizal menyatakan pemerintah tidak adil jika membebankan kegagalan ini kepada pemerintah kabupaten. Karena Pemprov memegang kewenangan perencanaan hingga pelaksanaan awal, maka mereka juga harus mengambil tanggung jawab pemulihan. “Jangan jadikan Sambas lokasi uji coba proyek tanpa keberlanjutan. Rusak, lalu ditinggal. Ini preseden buruk tata kelola pembangunan,” katanya. Warga menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta penganggaran ulang yang jelas, audit menyeluruh atas proyek waterfront , serta pemulihan lingkungan di sekitar Keraton Sambas. Baca Juga:  Kejar Percepatan Masa Tanam, Petani Sai Bening Sambas Mulai Semai Benih Padi Warga khawatir tanpa tindakan nyata, proyek ini hanya akan menjadi monumen kegagalan yang mengorbankan sejarah dan kepercayaan publik. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK