faktakalbar

WhatsApp Luncurkan Peringatan Anti-Scam Saat Screen Share Panggilan Video Tak Dikenal

Penulis: Dimas Friday, 24 October 2025 📖 2 menit
WhatsApp Luncurkan Peringatan Anti-Scam Saat Screen Share Panggilan Video Tak Dikenal
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - WhatsApp (WA) kini memiliki Fitur Keamanan WhatsApp baru. Fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna dari berbagai modus penipuan online dan scam . Fitur ini hadir dalam bentuk notifikasi peringatan. Menurut Meta, peringatan tersebut akan aktif secara otomatis. Ini terjadi saat pengguna melakukan panggilan video dengan nomor asing dan mencoba membagikan layar ( screen share ) kepada lawan bicaranya. Meta menyebut, screen sharing adalah celah yang sering dimanfaatkan penipu untuk mengelabui korban. Pelaku biasanya meminta korban membuka aplikasi atau menampilkan layar. Layar tersebut berisi informasi sensitif. Baca Juga: Anti Penuh! Cara Matikan Auto Download WhatsApp di Android, Solusi Memori HP Cepat Habis Contohnya adalah nomor rekening, kode OTP, atau informasi login . Informasi ini intinya bisa membuka akses data pribadi korban. Modus ini bahkan sempat ramai beberapa waktu lalu, termasuk di Indonesia. FBI bahkan mengeluarkan peringatan khusus terkait modus penipuan ini.  "Kami tahu penipu mungkin menekan target mereka untuk membagikan layar guna mengelabui orang agar memberikan informasi sensitif, termasuk detail bank atau kode verifikasi," tulis Meta. Meta menambahkan, Fitur Keamanan WhatsApp ini dibuat untuk membantu pengguna mengenali dan menghindari berbagai jenis penipuan digital. Peringatan Anti-Scam WhatsApp Sasar Kelompok Lansia Modus penipuan dengan memanfaatkan fitur berbagi layar disebut paling sering menyasar korban dari kelompok lanjut usia (lansia). Ada alasan sederhana di baliknya. Kelompok lansia cenderung lebih mudah ditekan. Mereka diminta untuk segera menuruti permintaan atau instruksi dari orang yang "terlihat" punya kewenangan. Apalagi, banyak pelaku menggunakan modus penipuan sebagai berikut: Membuat akun palsu. Menyamar sebagai layanan pelanggan resmi dari lembaga tertentu (bank, maskapai, toko daring). Mengikuti akun-akun brand untuk mencari komentar pelanggan bermasalah. Mengirim pesan kepada pelanggan tersebut dan mengaku sebagai helpdesk resmi. Karena kurang memahami sistem penipuan digital ini, kelompok lansia dianggap mudah menjadi sasaran. Mereka bisa dengan mudah menuruti permintaan pelaku untuk menampilkan informasi pribadi di layar ponsel. Begitu informasi tersebut terlihat, pelaku dapat langsung mengambil alih akun, membobol rekening, atau melancarkan aksi penipuan lain. Tips Penting Menghindari Penipuan Digital Baca Juga: Cara Mengatasi WhatsApp Lemot di HP Lama: Tips Jitu Agar Chatting Tetap Lancar dan Nyaman Meta telah membagikan beberapa tips yang wajib diikuti pengguna WA untuk terhindar dari praktik penipuan ini. Pengguna harus selalu waspada dan tenang. Selalu waspada terhadap pesan atau panggilan yang masuk secara tiba-tiba. Jangan pernah membagikan informasi pribadi atau keuangan (seperti nomor Jaminan Sosial atau rekening) ke seseorang yang tidak jelas sumbernya. Tetap tenang. Jangan mudah terpancing rasa panik ketika menerima panggilan mendadak. Penipu biasanya sengaja menciptakan suasana "terburu-buru" agar korban cepat mengikuti instruksi. Jika ada yang janggal, segera hubungi layanan pelanggan resmi pihak terkait. Pastikan nomor kontak atau alamat situs yang digunakan berasal dari sumber resmi. Deteksi Penipuan Berbasis AI di Facebook Messenger Selain di WhatsApp, Meta juga menerapkan sistem serupa di aplikasi Facebook Messenger. Meta menguji sistem deteksi penipuan berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini bekerja memindai setiap pesan yang diterima pengguna dari akun baru (bukan dari teman Facebook). Jika pesan dianggap berpotensi berisi penipuan, fitur deteksi akan mengirim Peringatan Anti-Scam WhatsApp serupa. Pengguna juga akan mendapatkan informasi lebih lanjut serta saran tindakan, seperti memblokir atau melaporkan akun mencurigakan. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK