faktakalbar

25 Hektar Lahan Hangus, Karhutla di Bintan Berhasil Dipadamkan

Penulis: Redaksi Thursday, 12 March 2026 📖 2 menit
25 Hektar Lahan Hangus, Karhutla di Bintan Berhasil Dipadamkan
Faktakalbar.id, BINTAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Bencana ini berlangsung terhitung sejak Minggu (8/3/2026) hingga Senin (9/3/2026) dan menghanguskan total sekitar 25 hektar lahan yang tersebar di beberapa desa dan kelurahan. Baca Juga: Kemarau Datang Lebih Awal pada April 2026, BNPB Ingatkan Warga Waspada Cuaca Pancaroba Meski kerugian materil akibat kebakaran ini tergolong cukup signifikan, otoritas terkait memastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Hingga saat ini, sumber api belum dapat dipastikan secara rinci. Penyebab pasti kebakaran lahan ini masih berada dalam proses penyelidikan intensif oleh pihak berwenang setempat. Berdasarkan data yang dihimpun, sebaran lokasi lahan yang terdampak kebakaran cukup luas. Di Kecamatan Teluk Sebong, tepatnya di Desa Pengudang, luas lahan yang terbakar mencapai 10 hektar. Selanjutnya di wilayah Kecamatan Gunung Kijang, api menghanguskan 5 hektar lahan di Desa Gunung Kijang dan 3 hektar di Kelurahan Kawal. Selain itu, kebakaran juga melanda kawasan Lintas Timur Toapaya Selatan seluas 2 hektar, serta area perbatasan antara Kelurahan Kawal dan Desa Gunung Kijang seluas 5 hektar. Dalam upaya percepatan penanganan bencana karhutla di Bintan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau langsung turun tangan untuk melakukan monitoring dan pemantauan secara intensif terhadap seluruh wilayah terdampak. Baca Juga: Awal Maret 2026, BNPB Catat Rentetan Karhutla di Aceh dan Kaltara Serta Angin Kencang di Luwu Timur Di saat yang bersamaan, BPBD Kabupaten Bintan menjalin kerja sama strategis dengan tim pemadam kebakaran (Damkar) Toapaya guna melaksanakan proses pemadaman titik api langsung di lapangan. Kolaborasi antar-instansi ini terbukti efektif dalam meminimalisir penyebaran api ke area yang lebih luas. Berdasarkan perkembangan informasi terkini, kobaran api di seluruh area terdampak telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan. Kendati demikian, BPBD setempat secara konsisten terus melakukan pemantauan ketat guna mencegah munculnya titik api baru, sekaligus memastikan seluruh wilayah terdampak benar-benar aman dari risiko kebakaran susulan. Sebagai langkah antisipasi ke depan, BNPB mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diharapkan secara aktif memantau informasi cuaca, tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melapor apabila menemukan titik api baru di lingkungan sekitar. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK