faktakalbar

4 Hotspot Batang Tarang Bersumber dari Buka Lahan Warga

Faktakalbar.id - Empat titik panas yang terpantau di Kecamatan Batang Tarang dipastikan berasal dari aktivitas pembukaan lahan pertanian warga pada Rabu (19/8).

Penulis: Natash Thursday, 20 August 2026 📖 1 menit
4 Hotspot Batang Tarang Bersumber dari Buka Lahan Warga
Lahan pertanian milik warga yang sempat terdeteksi sebagai titik panas satelit usai melalui proses pembersihan lahan secara tradisional. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Empat titik panas yang terpantau di Kecamatan Batang Tarang dipastikan berasal dari aktivitas pembukaan lahan pertanian warga pada Rabu (19/8).

Penyisiran aparat kepolisian menemukan fakta bahwa seluruh lahan tersebut secara khusus disiapkan untuk menanam padi.

Total luasan lahan pertanian yang dikelola masyarakat di empat dusun berbeda itu dipastikan tidak melebihi dua hektare per area.

Aktivitas perladangan tradisional ini tersebar di wilayah administratif Desa Tae, Desa Senyabang, dan Desa Bulu Bala.

Masyarakat setempat melakukan proses pembukaan lahan secara gotong royong berbekal peralatan tradisional seperti ember dan alat penyemprot manual.

Para peladang dipastikan telah melapor dan berkoordinasi dengan pengurus adat sebelum memulai proses perapian terkendali.

Saat petugas keamanan tiba di seluruh koordinat sasaran, sisa api pembukaan lahan tersebut dipastikan sudah padam sepenuhnya.

Polisi mencatat tidak ada perambatan api ke luar batas lahan ladang yang telah disepakati oleh kelompok tani setempat.

Kapolsek Batang Tarang Miskun mengingatkan peladang untuk selalu mengutamakan prinsip kehati-hatian selama beraktivitas di musim kemarau.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi sekitar, memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai, dan tidak meninggalkan bara yang dapat memicu kebakaran. Pencegahan jauh lebih penting karena kondisi cuaca dan lahan yang kering dapat menyebabkan api mudah merambat,” katanya.

Bara sisa perapian yang ditinggalkan begitu saja di area ladang terbuka sangat rawan membesar akibat tersapu angin kencang.

Pola komunikasi yang baik antara peladang dan perangkat desa wajib dipertahankan untuk mengendalikan setiap potensi kebakaran liar.

Pihak kepolisian akan terus memantau aktivitas pertanian warga guna memastikan kepatuhan teknis terhadap aturan pembukaan lahan.

Kearifan lokal dalam menjaga ekosistem kawasan hutan perlu dibarengi dengan kewaspadaan tinggi terhadap anomali cuaca kering ekstrem.

Sinergi berkelanjutan antara tokoh adat dan petugas keamanan akan terus dioptimalkan sebagai garda terdepan pencegahan bencana daerah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK