faktakalbar

40 Anak Mengikuti Lomba Bercerita Tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Sintang

Penulis: Redaksi Saturday, 24 May 2025 📖 2 menit
40 Anak Mengikuti Lomba Bercerita Tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Sintang
Faktakalbar.id, SINTANG – Berdasarkan dari hasil laporan UNESCO menunjukkan bahwa minat baca di Indonesia masih sangat rendah yaitu hanya 0,001% dan ini berarti dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca. Hal tersebut disampaikan oleh Subendi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, saat membuka pelaksanaan Lomba Bercerita Tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kabupaten Sintang Tahun 2025, di Ruang Pelayanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sintang pada Rabu, (21/5/2025). Baca juga:  4 Anggota Aktif Kopolisian Polres Sintang Terjerat Kasus Narkoba Subendi mengatakan bahwa di zaman yang serba modern saat ini, kita dituntut untuk harus cekatan dalam menggali ilmu, jika lengah, maka kita akan tertinggal jauh oleh teman-teman yang terus berpacu menggali ilmu pengetahuan. “Lomba bercerita merupakan kegiatan rutin yang sejalan dengan tujuan meningkatkan minat dan budaya baca, dimana perpustakaan merupakan tempat belajar sepanjang hayat. lomba bercerita ini diharapkan mampu memotivasi, sehingga anak-anak terbiasa membaca demi terciptanya jiwa-jiwa besar dan bermartabat,” jelasnya. Rendahnya minat baca yang dialami oleh anak Indonesia dikarenakan oleh banyak hal, salah satunya adalah kurangnya kebiasaan membaca dan mudahnya akses informasi dari media sosial dengan tampilan menarik sehingga membuat anak tidak melirik lembaran buku yang terlihat membosankan. “Beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya minat baca ini antara lain adalah aksesibilitas, penggunaan media sosial yang berlebihan, dan kurangnya kebiasaan membaca di rumah dan lingkungan sekitar. Melihat rendahnya minat baca di Indonesia maka perlu adanya upaya-upaya yang dilakukan pemerintah, masyarakat, keluarga dan pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya. Melihat fenomena tersebut, Subendi mengatakan bahwa Perpustakaan Nasional Republik Indonesia memprioritaskan beberapa program yang berlangsung selama periode 2025-2029 yakni, penguatan budaya baca, dan peningkatan kecakapan literasi, dan pengarustamaan naskah nusantara. Ia berharap dengan adanya lomba membaca cerita ini dapat mendukung program yang diprioritaskan oleh Perpusnas. Subendi juga berharap agar ajang lomba ini dapat memperkenalkan dan mempromosikan naskah nusantara kepada masyarakat serta mendorong untuk menghargai dan melestarikan budaya nusantara. “Lomba bercerita secara langsung mendukung program prioritas ini, karena kegiatan lomba bercerita ini melibatkan kegiatan membaca dan menulis yang merupakan dasar dari kecakapan literasi,” harapnya. “Melalui kegiatan lomba ini, kita berusaha membangun karakter sekaligus meningkatkan keberanian anak-anak untuk ke depannya menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan orang tua, sekolah, bahkan nusa dan bangsa. Kegiatan lomba bercerita adalah bagian dari program pembudayaan kegemaran membaca,” tambahnya. Ia juga memberikan semangat kepada seluruh peserta yang mengikuti lomba dan berpesan untuk tetap terus membaca buku meskipun tidak memenangkan perlombaan. “Saya berharap 40 anak yang ikut lomba agar tetap semangat. Kalaupun kalah jangan putus asa, guru pembimbing dan orangtua agar tetap memberikan motivasi kepada anak yang belum berhasil menjadi juara,” pintanya.[Jn] Baca juga:  Mayat Pria Lansia Ditemukan di Hutan Desa Lundang Sintang Setelah Hilang 8 Hari

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK