faktakalbar

9 Makanan Tinggi Protein yang Baik untuk Pertumbuhan Otot

Simak 9 makanan tinggi protein yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan pemulihan otot, dari telur hingga tempe.

Penulis: Clara Monday, 17 August 2026 📖 3 menit
9 Makanan Tinggi Protein yang Baik untuk Pertumbuhan Otot
Sejumlah makanan sumber protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, tempe, dan kacang-kacangan dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein harian dan mendukung pemeliharaan serta pertumbuhan otot. (dok.ist)

Faktakalbar.id – Protein merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh, terutama bagi orang yang rutin berolahraga dan ingin menjaga atau meningkatkan massa otot. Nutrisi ini dibutuhkan untuk membantu memperbaiki jaringan otot setelah aktivitas fisik sekaligus mendukung proses pembentukan otot.

Namun, mengonsumsi protein saja tidak cukup untuk membuat otot berkembang. Asupan makanan perlu disertai latihan fisik yang sesuai, energi yang cukup, serta pola makan seimbang.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa protein merupakan salah satu komponen gizi utama dalam proses pembentukan otot. Sumber protein dapat berasal dari daging, ikan, telur, produk susu, kacang-kacangan hingga protein whey.

9 Makanan Tinggi Protein untuk Mendukung Pertumbuhan Otot

Berikut sejumlah makanan yang dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein sehari-hari.

1. Telur

Telur merupakan salah satu sumber protein yang praktis dan mudah ditemukan. Selain protein, telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral.

Protein dalam telur menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai proses, termasuk pemeliharaan dan perbaikan jaringan otot.

Telur dapat dikonsumsi dengan cara direbus, dikukus, atau diolah dengan penggunaan minyak secukupnya.

2. Dada Ayam

Dada ayam tanpa kulit menjadi pilihan populer bagi orang yang sedang meningkatkan asupan protein karena kandungan proteinnya cukup tinggi dengan lemak yang relatif lebih rendah dibanding beberapa bagian ayam lainnya.

Agar lebih sehat, ayam dapat dimasak dengan cara dipanggang, direbus, atau dikukus daripada digoreng dengan banyak minyak.

3. Ikan

Ikan seperti tuna, salmon, sarden, dan berbagai jenis ikan lokal merupakan sumber protein hewani yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian.

Beberapa jenis ikan berlemak, seperti salmon dan sarden, juga menyediakan asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

Di Indonesia, pilihan seperti ikan kembung, lele, tuna, dan bandeng juga relatif mudah ditemukan.

4. Daging Sapi Tanpa Lemak

Daging sapi tanpa lemak mengandung protein berkualitas tinggi dan dapat menjadi bagian dari menu untuk mendukung kebutuhan protein.

Pilih bagian daging yang lebih rendah lemak dan perhatikan cara pengolahannya. Konsumsi daging sebaiknya tetap disertai sayuran, sumber karbohidrat, dan makanan bergizi lainnya agar pola makan tetap seimbang.

5. Udang

Udang dapat menjadi alternatif sumber protein bagi orang yang menyukai makanan laut.

Selain protein, udang juga mengandung sejumlah mineral seperti selenium. Namun, cara memasaknya tetap perlu diperhatikan. Udang yang digoreng dengan banyak minyak tentu berbeda dari udang yang direbus atau dipanggang dari sisi kandungan kalorinya.

6. Susu dan Yogurt

Produk susu seperti susu dan yogurt dapat membantu menambah asupan protein sekaligus menyediakan kalsium.

Yogurt tinggi protein, termasuk yogurt Yunani, dapat menjadi pilihan camilan setelah beraktivitas atau dikombinasikan dengan buah dan kacang-kacangan.

7. Tempe

Tidak harus selalu mengandalkan protein hewani. Tempe merupakan salah satu sumber protein nabati yang sangat mudah ditemukan di Indonesia.

Tempe berasal dari kedelai yang difermentasi dan dapat menjadi pilihan lauk sehari-hari. Selain protein, tempe juga menyediakan sejumlah zat gizi lain.

Tempe dapat diolah dengan cara dikukus, dipanggang, ditumis, atau dimasak menggunakan minyak secukupnya.

8. Tahu dan Kedelai

Tahu dan produk berbahan kedelai lainnya juga bisa menjadi pilihan protein nabati.

Kementerian Kesehatan mencatat kacang-kacangan dan kedelai sebagai sumber protein nabati. Mengombinasikan berbagai sumber protein nabati dapat membantu melengkapi asupan asam amino.

9. Kacang-Kacangan

Kacang tanah, kacang merah, almond, dan jenis kacang lainnya mengandung protein sekaligus menyediakan serat serta berbagai zat gizi.

Kacang-kacangan bisa dikonsumsi sebagai camilan atau ditambahkan ke makanan. Namun, pilih produk yang tidak terlalu banyak mengandung gula, garam, atau minyak tambahan.

Apakah Makan Banyak Protein Langsung Membuat Otot Besar?

Tidak.

Pertumbuhan otot dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, terutama latihan kekuatan, asupan protein yang cukup, energi yang sesuai, kualitas tidur, dan konsistensi.

Kementerian Kesehatan mencantumkan kisaran umum kebutuhan protein sekitar 1,6–2,2 gram per kilogram berat badan per hari dalam konteks bulking, tetapi kebutuhan setiap orang dapat berbeda berdasarkan kondisi tubuh, aktivitas, dan tujuan.

Karena itu, bukan berarti semakin banyak protein selalu semakin baik.

Jangan Lupakan Karbohidrat dan Lemak

Saat ingin membangun otot, jangan hanya berfokus pada protein.

Tubuh juga membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi untuk beraktivitas dan berlatih. Lemak juga diperlukan dalam jumlah yang sesuai untuk mendukung berbagai fungsi tubuh.

Pola makan yang seimbang tetap penting agar tubuh mendapatkan berbagai vitamin, mineral, serat, protein, karbohidrat, dan lemak.

Jadi, jika ingin meningkatkan massa otot, kombinasikan makanan tinggi protein dengan latihan kekuatan secara rutin, pola makan seimbang, istirahat cukup, dan asupan energi yang sesuai.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK