faktakalbar

Abaikan Keluhan Sopir Soal Sistem Pengereman, Perusahaan Bus Terkait Kecelakaan di Sanggau Diselidiki

Penulis: Redaksi Monday, 06 April 2026 📖 2 menit
Abaikan Keluhan Sopir Soal Sistem Pengereman, Perusahaan Bus Terkait Kecelakaan di Sanggau Diselidiki
Faktakalbar.id, SANGGAU – Fakta mengejutkan terungkap di balik tragedi kecelakaan lalu lintas tunggal yang merenggut satu korban jiwa dan melukai 27 penumpang di turunan Penyeladi, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026). Insiden bus rem blong di Sanggau ini diduga kuat terjadi akibat adanya unsur kelalaian dari pihak perusahaan transportasi yang mengabaikan peringatan kerusakan teknis dari para pengemudinya. Baca Juga:  Kronologi Kecelakaan Bus DAMRI di Sanggau Akibat Rem Blong: Sopir Sempat Lapor Perusahaan Berdasarkan penelusuran kronologis, masalah pada bus Mercedes-Benz bernomor polisi KB 7710 S tersebut sebenarnya telah terdeteksi sejak Jumat (3/4/2026). Saat itu, bus dikemudikan oleh sopir bernama Sandi dengan rute Terminal Ambawang menuju Sambas. Sandi secara tegas mengaku telah menyampaikan laporan kepada pihak perusahaan bahwa sistem rem kendaraan mengalami gangguan dan tidak dalam kondisi baik. Meskipun laporan kerusakan telah masuk, pihak perusahaan tetap memutuskan untuk mengoperasikan bus tersebut keesokan harinya, Sabtu (4/4/2026), untuk membawa 11 penumpang menuju Terminal Sidomulyo di Pinoh. Sebelum berangkat, sopir sempat kembali menanyakan kelayakan sistem pengereman, namun perusahaan bersikeras menyatakan bahwa kendaraan sudah siap jalan tanpa kendala. Dalam perjalanan menuju Pinoh, sopir terpaksa melaju sangat hati-hati karena kembali mengeluhkan pengereman yang tidak maksimal. Puncak kelalaian ini terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Bus kembali diberangkatkan dari Pinoh menuju Terminal Ambawang dengan dikemudikan oleh Indra (27), membawa 31 penumpang. Baca Juga:  Update: Kecelakaan DAMRI di Penyeladi Sanggau, 1 Tewas, 10 Luka berat, 10 luka ringan Sadar akan kerusakan rem, Indra mengaku mengemudikan bus dengan kecepatan rendah. Namun, setibanya di turunan Penyeladi pada pukul 13.40 WIB, petaka tak dapat dihindari. Bus kehilangan fungsi pengereman secara total di jalan menurun dan menikung, hingga akhirnya oleng dan terhempas. Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal di lapangan memang mengarah pada kegagalan fungsi teknis yang berpadu dengan kondisi jalan. “Dari hasil sementara, diduga kecelakaan terjadi karena kombinasi antara faktor teknis kendaraan, yakni rem yang tidak berfungsi optimal, serta kondisi jalan yang menurun dan berbelok,” jelasnya. Menyikapi insiden bus rem blong di Sanggau ini, Iptu Marianus secara tegas memberikan peringatan keras. Ia mengimbau kepada seluruh pengemudi dan khususnya para pemilik perusahaan transportasi agar tidak bermain-main dengan nyawa manusia. Pengecekan standar kelayakan kendaraan sebelum operasional adalah kewajiban mutlak demi menjamin keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya. Saat ini, Unit Laka Lantas Polres Sanggau tengah mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh aspek penyebab kecelakaan. (Ariya)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK