faktakalbar

Sungai Kapuas Tercemar Logam Besi, Warga Desa Kambong Terserang Gatal-gatal

Penulis: Redaksi Friday, 22 August 2025 📖 2 menit
Sungai Kapuas Tercemar Logam Besi, Warga Desa Kambong Terserang Gatal-gatal
Faktakalbar.id, SANGGAU – Menindaklanjuti keluhan penyakit gatal-gatal yang dialami warga Desa Kambong, Kabupaten Sanggau, UPT Puskesmas Belangin  bergerak cepat dengan melakukan uji sampel terhadap kualitas air Sungai Kapuas. Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan di Dusun Lintang Kapuas pada 15 Agustus 2025 menunjukkan adanya beberapa parameter yang melebihi batas normal, terutama kandungan zat besi (Fe). Baca Juga: Wagub Kalbar Desak Percepatan Pengerukan Sungai Kapuas untuk Dongkrak Ekonomi Maritim Pemeriksaan ini merupakan respons langsung dari pemerintah kecamatan terhadap laporan masyarakat. Camat Kapuas, Laurianus Yoka, menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari investigasi menyeluruh yang melibatkan beberapa puskesmas di wilayah tersebut. “Ini tindak lanjut dari laporan pencemaran air di Kambong, dan karena ada 3 puskesmas jadi kami minta bantu masing-masing Puskesmas untuk melaksanakan pemeriksaan air,” ujar Laurianus Yoka pada Kamis (21/8/2025). Mengenai data warga yang terdampak langsung penyakit gatal-gatal, Yoka menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu laporan resmi dari instansi kesehatan terkait. “Kami masih menunggu laporan dari Puskesmas Sanggau,” ungkapnya. Hasil Uji Laboratorium Kepala UPT Puskesmas Belangin, Abang Kuswara Amijaya, memaparkan detail teknis dari pemeriksaan sampel air tersebut. Baca Juga: Warga Pontianak Keluhkan Kualitas Air PDAM: “Macam Air Parit, Pasang Filter Dua Hari Jak Udah Hitam!” Ia menjelaskan bahwa pengujian mencakup parameter fisik dan kimia dengan menggunakan alat Photomoter ZE-200. “Dilihat baunya, kekeruhan dan warna air. Untuk zat kimianya, nitrit ( N O 2 ​ ), Nitrat ( N 3 ​ ), Mangan (Mn), Besi (Fe), dan Amonia ( N H 3 ​ ),” ujar Abang Kuswara Amijaya. Berdasarkan hasil uji sampel dengan nomor surat 800.1.1.1.1/488/PKM/2025, ditemukan bahwa tingkat kekeruhan dan warna air sungai melebihi ambang batas normal. Temuan yang lebih mengkhawatirkan adalah kandungan kimia berupa besi (Fe) yang juga terdeteksi melampaui batas aman. Baca Juga: Warga Keluhkan Air Keruh Akibat PETI, Kapolsek Sungai Laur Sibuk Cek Lahan Jagung Buruknya kualitas air Sungai Kapuas ini diduga menjadi pemicu masalah kesehatan warga. Meskipun hasilnya sudah keluar, pihak puskesmas belum dapat memastikan sumber utama pencemaran tersebut. “Kami belum bisa menyimpulkan sumber zat-zat berbahaya yang mengalir di sungai Kapuas, apakah karena aktifitas PETI atau karena faktor lain,” pungkasnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK