faktakalbar

Akses Jalan Rusak, Jenazah Warga di Sintang Terpaksa Ditandu Sejauh 4 Kilometer

Penulis: Redaksi Sunday, 24 August 2025 📖 2 menit
Akses Jalan Rusak, Jenazah Warga di Sintang Terpaksa Ditandu Sejauh 4 Kilometer
Faktakalbar.id, SINTANG – Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah di Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang , menimbulkan keprihatinan mendalam. Jenazah seorang warga bernama Kodam (42), dari Desa Kayu Dujung, terpaksa dievakuasi dengan cara ditandu sejauh 3 hingga 4 kilometer untuk mencapai rumah duka. Almarhum Kodam dilaporkan wafat pada Jumat malam, dengan dugaan awal akibat serangan jantung saat berada di pusat kecamatan, Merakai. Baca Juga: Perjuangan di Pedalaman Bengkayang: Ibu Melahirkan Ditandu Karung Akibat Jalan Rusak Parah Jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Merakai sebelum dinyatakan meninggal dunia. Proses pemulangan jenazah ke kediamannya kemudian terkendala oleh kondisi Jalan HTI–Mengerat yang tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat. Akses jalan rusak parah tersebut membuat jenazah tidak dapat langsung dibawa pulang pada malam kejadian. Pada Sabtu (23/8/2025) pagi, warga setempat bekerja sama dengan aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan evakuasi jenazah secara manual. Jenazah dipikul dari terminal Merakai, melintasi jalur berlumpur hingga ke titik di mana kendaraan dapat menjangkau. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang dari Komisi D, Andri Sugianto. Baca Juga: Jalan Rusak di Tempunak Hulu, Ambulans Kesulitan Bawa Pasien: Netizen Soroti Kinerja Pemda Menurutnya, tindakan ini terpaksa dilakukan karena ketiadaan alternatif. “Semalam beliau meninggal, tapi kendaraan tidak ada yang bisa lewat. Jadi menunggu pagi, lalu dibantu aparat TNI. Jenazah digotong 3–4 kilometer sampai ke kendaraan yang sudah menunggu,” ujar Andri pada Sabtu (23/8/2025). Andri Sugianto menambahkan bahwa kondisi akses jalan rusak parah di ruas HTI–Mengerat merupakan keluhan yang telah lama disampaikan oleh masyarakat. Ia menyatakan telah mengomunikasikan masalah ini kepada jajaran pemerintah daerah namun belum mendapatkan kepastian. “Saya sudah sampaikan ke Pak Bupati beberapa waktu lalu, katanya akan diperbaiki. Tetapi sampai sekarang belum ada jawaban pasti. Saya juga sudah kirimkan video terbaru kepada Pak Wakil Bupati, namun sampai sekarang belum ada kepastian kapan diperbaiki,” jelasnya. Insiden ini kembali menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur sebagai akses vital bagi masyarakat di wilayah pedalaman. Baca Juga: Pemprov Kalbar Gelontorkan Rp475 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak Berat di 2025 Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan respons cepat dan solusi konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK