Akses Sempat Lumpuh, Warga Patungan Lakukan Perbaikan Jembatan Melobok di Sanggau
Faktakalbar.id, SANGGAU –
Akses transportasi warga di Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kabupaten
Sanggau
, berangsur pulih berkat perbaikan Jembatan Melobok secara darurat.
Jembatan vital penghubung antarwilayah ini sebelumnya rusak berat dan terputus total usai diterjang cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi pada Minggu (5/4/2026) malam.
Baca Juga:
Sempat Putus Total, Perbaikan Darurat Jembatan Melobok Sanggau Dikerjakan Swadaya
Putusnya infrastruktur tersebut sempat melumpuhkan mobilitas ekonomi dan aktivitas keseharian warga. Pasalnya, jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan publik di Kecamatan Meliau.
Mengatasi kondisi darurat, Pemerintah Desa Melobok bersama masyarakat setempat bergotong royong melakukan penanganan sementara. Pengerjaan swadaya ini mengandalkan sistem sewa dua unit alat berat jenis ekskavator.
Metode penanganan berfokus pada penimbunan badan jalan dan penguatan akses jembatan menggunakan material tanah agar kembali aman dilalui kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat.
Kepolisian Sektor (Polsek) Meliau turut memonitor langsung jalannya pengerjaan di lokasi pada Rabu (8/4/2026) pagi. Kapolsek Meliau Iptu Supar menyebut, pemantauan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga selama kegiatan berlangsung.
“Polsek Meliau hadir untuk memastikan kegiatan perbaikan berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan potensi gangguan kamtibmas. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama antara pemerintah desa dan masyarakat agar akses transportasi tetap berfungsi,” ujar Iptu Supar.
Supar menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Melobok saat ini murni bersifat sementara. Berdasarkan hasil koordinasi dengan
External Control
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Rayon Meliau–Parindu, Edmund, pembangunan jembatan beton permanen oleh pemerintah daerah baru dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 mendatang.
Guna menutupi beban biaya sewa alat berat dan operasional pengerjaan darurat, pemerintah desa menerapkan sistem kontribusi bagi kendaraan yang melintas.
Baca Juga:
Diguyur Hujan Deras, Jembatan Putus di Meliau Sanggau Lumpuhkan Akses Warga
Tarif ditetapkan sebesar Rp100.000 untuk kendaraan roda enam dan Rp50.000 untuk roda empat. Sementara itu, kendaraan roda dua hanya dikenakan sumbangan bersifat sukarela.
Polisi memastikan tidak ada keluhan dari warga terkait pungutan tersebut. Masyarakat justru merespons positif langkah swadaya ini sebagai solusi paling cepat agar roda perekonomian dan distribusi barang tidak mati terhenti.
“Kami mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Melobok yang mengedepankan kebersamaan dan kepentingan umum. Polri akan terus hadir melakukan pengawasan serta membantu menjaga keamanan selama proses perbaikan berlangsung,” tambahnya.
(Ariya)
Tag:
#cuaca ekstrem
#Infrastruktur Kalbar
#Polsek Meliau
#Perbaikan Jembatan Melobok
#Jembatan Putus Sanggau
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.