Aktivitas Bakar Lahan Pertanian Terpantau di Desa Sotok Picu Kabut Asap
Faktakalbar.id - Aktivitas pembakaran lahan pertanian di Dusun Sotok, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, menjadi perhatian setelah titik panas terdeteksi sistem pemantauan pada Sabtu (15/8/2026).
Faktakalbar.id - Aktivitas pembakaran lahan pertanian di Dusun Sotok, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, menjadi perhatian setelah titik panas terdeteksi sistem pemantauan pada Sabtu (15/8/2026).
Polsek Sekayam kemudian melakukan pemeriksaan untuk memastikan aktivitas tersebut tidak memicu kebakaran yang meluas ke kawasan sekitar.
Titik panas terdeteksi melalui aplikasi BRIN Fire Hotspot, Si Pongi, dan Lancang Kuning pada koordinat 0.73466, 110.49683.
Data tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan atau kategori medium sehingga petugas melakukan verifikasi langsung sebelum menentukan kondisi di lapangan.
Pemeriksaan dipimpin Kapolsek Sekayam AKP Sutikno dan berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB hingga 18.30 WIB.
Petugas menemukan lahan seluas sekitar 0,5 hektare yang dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian.
Sejumlah tanaman yang dibudidayakan di lokasi tersebut meliputi padi, cabai, dan jagung.
Dari informasi yang dihimpun petugas, aktivitas pembakaran dilakukan untuk kepentingan pertanian.
Masyarakat setempat disebut telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan pengurus adat sebelum melakukan pembakaran.
Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong oleh petani dengan luasan lahan yang dibakar tidak lebih dari sekitar dua hektare.
Warga menggunakan peralatan sederhana seperti ember dan solo untuk membantu mengendalikan api agar tidak merembet ke lahan lain.
Kapolsek Sekayam Sutikno mengatakan pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan setiap titik panas yang terdeteksi sistem tidak berkembang menjadi kebakaran.
"Setiap titik hotspot yang terpantau harus kita pastikan langsung di lapangan. Kami tidak ingin hanya mengandalkan data digital, tetapi harus melihat kondisi faktualnya, termasuk memastikan api sudah padam dan tidak ada potensi penyebaran yang dapat membahayakan lingkungan maupun masyarakat," ujar Sutikno.
Menurutnya, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan ketika melakukan aktivitas yang menggunakan api.
Kesiapan sarana pemadaman juga dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan api merembet ke area lain.
"Kami mengingatkan warga agar selalu memperhatikan kondisi sekitar, menyiapkan sarana pengendalian api dan memastikan api benar-benar padam setelah kegiatan selesai. Koordinasi dengan perangkat desa dan kepolisian juga penting agar pencegahan dapat dilakukan sejak awal," katanya.
Selain melakukan pengecekan lokasi, polisi mendata kondisi lahan dan menggali informasi dari masyarakat serta perangkat desa.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai aktivitas di lokasi dan memastikan potensi penyebaran api dapat segera diketahui.
Polsek Sekayam menyatakan pemantauan titik panas akan terus dilakukan di wilayah hukumnya.
Pengecekan langsung terhadap hotspot juga diharapkan dapat mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kebakaran yang berpotensi meluas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.