faktakalbar

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Terus Terjadi

Penulis: Redaksi Saturday, 27 September 2025 📖 2 menit
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Terus Terjadi
Faktakalbar.id, MADIUN - Berdasarkan data pengamatan BPPTKG , Gunung Merapi meluncurkan guguran lava sebanyak 88 kali dalam rentang waktu satu minggu. Guguran ini terbagi ke beberapa arah hulu sungai, yaitu 5 kali ke arah Kali Bebeng, 37 kali ke Kali Krasak, dan 46 kali ke Kali Sat/Putih. Seluruh guguran memiliki jarak luncuran maksimum 2.000 meter. Pengamatan visual dari kamera di stasiun Ngepos dan Babadan2 menunjukkan adanya sedikit perubahan pada kubah lava barat daya akibat aktivitas guguran tersebut. Baca Juga: Banjir di Sulawesi Tengah dan Banten, Letusan Gunung Lewotobi serta Karhutla Aceh Sementara itu, kubah tengah tidak menunjukkan perubahan morfologi yang signifikan. Berdasarkan analisis foto udara tanggal (25/9/2025), volume kubah barat daya tercatat sebesar 4.179.900 m3 dan kubah tengah sebesar 2.368.800 m3. Peningkatan Kegempaan dan Kondisi Deformasi Aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga dilaporkan mengalami peningkatan dibandingkan minggu sebelumnya. BPPTKG mencatat gempa Vulkanik Dangkal (VTB) sebanyak 81 kali, gempa Fase Banyak (MP) 644 kali, gempa Guguran (RF) 520 kali, dan gempa Tektonik (TT) 9 kali. Angka ini lebih tinggi dari periode pemantauan sebelumnya, menandakan adanya dinamika di dalam tubuh gunung yang perlu diwaspadai. Meski begitu, pemantauan deformasi atau perubahan bentuk tubuh gunung melalui pengukuran EDM dan GPS menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Perubahan jarak yang terukur dianggap sangat kecil dan tidak signifikan. Baca Juga: Gunungapi Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 19.584 Meter Status Siaga (Level III) Tetap Diberlakukan Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tergolong tinggi. Merapi masih mengalami erupsi efusif, yaitu keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk guguran lava. Oleh karena itu, status aktivitas Merapi tetap berada pada tingkat Siaga (Level III). BPPTKG juga mengindikasikan bahwa suplai magma ke dalam tubuh gunung terus berlangsung, sehingga dapat memicu awan panas guguran. "Potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya, yang mencakup alur Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer," ungkap BPPTKG. "Kemudian di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup alur Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat mencapai radius hingga 3 kilometer dari puncak," lanjutnya. Rekomendasi dan Upaya Mitigasi Berkelanjutan Menghadapi potensi bahaya, BPPTKG merekomendasikan pemerintah daerah di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten untuk terus melakukan langkah-langkah mitigasi. Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di dalam wilayah potensi bahaya. Warga juga diimbau untuk selalu waspada terhadap ancaman awan panas guguran dan lahar, terutama saat hujan. "Apabila terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas gunung, pihak berwenang akan segera meninjau kembali tingkat status Merapi dan menyampaikan pembaruan informasi resmi," imbuh BPPTKG. Dalam upaya mitigasi, BNPB, BPPTKG, dan BPBD di daerah terdampak terus memperkuat koordinasi dan pemantauan. Baca Juga: Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi, Semburkan Abu Hingga 500 Meter Berbagai persiapan juga terus dilakukan, seperti penyiapan jalur evakuasi, fasilitas pendukung, logistik, dan masker. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terkini dari Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat atau kanal resmi lainnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK