faktakalbar

Ancaman Krisis Sapi Lokal dan Tersendatnya Distribusi Sembako Bayangi Sintang Jelang Idul Fitri

Penulis: Redaksi Friday, 06 March 2026 📖 2 menit
Ancaman Krisis Sapi Lokal dan Tersendatnya Distribusi Sembako Bayangi Sintang Jelang Idul Fitri
Faktakalbar.id, SINTANG -  Menjelang Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten Sintang mengumpulkan pengusaha daging, telur, dan sembako untuk memetakan stok, harga, serta kendala distribusi. Pertemuan ini mengungkap sejumlah masalah serius, mulai dari potensi kenaikan harga telur, hambatan distribusi beras dan minyak goreng, hingga ancaman berkurangnya sapi lokal. Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, mengatakan deteksi dini penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran. “Kalau ada masalah, kami bisa segera membantu dan mengambil kebijakan, target kami stok Sembako dan daging cukup, serta harga tetap stabil,” ujarnya, Selasa (3/3). Baca Juga:  Operasi Pasar di Benua Kayong, Warga Ketapang Bisa Tebus Sembako Murah Pengusaha sapi potong, Ahmad Prayogo, mengungkap ancaman serius terhadap populasi sapi lokal karena 80 persen sapi yang dipotong saat ini merupakan betina produktif. “Dua sampai tiga tahun ke depan sapi lokal bisa habis, saya terpaksa mendatangkan sapi dari Bali dan NTB dengan harga lebih tinggi,” tegasnya. Sementara itu, pemilik agen sembako PT Sarana Makmur Sentosa mengeluhkan stok beras dan minyak goreng yang tersendat. Hal ini diakibatkan oleh kesulitan bongkar kontainer di Pontianak serta keterbatasan pasokan bahan bakar solar. Pimpinan Keling Kumang Agro, Itoy Thomas Aquino, menyebut harga telur saat ini berada di angka Rp2.100 per butir, namun berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga pakan serta kendala distribusi akibat sulitnya truk ekspedisi memperoleh solar. "Kami berharap persoalan distribusi tersebut dapat segera diatasi agar lonjakan harga di tingkat konsumen tetap bisa ditekan menjelang Idul Fitri, Selain itu, kami juga membina peternak di 21 desa dengan total 13.000 ekor ayam yang telah disebar," harapnya. Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan, Eka Dahliana, turut memaparkan data populasi hewan ternak yang ada di Kabupaten Sintang saat ini. "Populasi ayam broiler tercatat 703.518 ekor, kambing 3.464 ekor, dan ayam petelur 78.132 ekor," jelas Eka. Eka juga mengungkapkan bahwa pengembangan peternakan sapi potong saat ini terpusat di lima kecamatan yang berbeda. “Ada lima kecamatan sentra sapi yakni Sungai Tebelian, Sepauk, Dedai, Binjai Hilir dan Tempunak, untuk ayam petelur ada 19 kelompok, tetapi baru empat yang memiliki NIB,” jelasnya. Di sisi lain, Abun selaku agen daging beku memastikan pasokan yang sempat kosong di awal Ramadan kini telah kembali normal. Harga daging beku saat ini dipatok Rp120.000 per kilogram dan pasokannya dinilai mencukupi hingga Idul Fitri 2026 tiba. Baca Juga:  Gubernur Kalbar Pastikan Ketersediaan Sembako di Landak Aman Jelang Idul Fitri (Nara)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK