Angin Kencang di Gunem Rembang Rusak Belasan Bangunan Warga
Faktakalbar.id, REMBANG –
Bencana alam berupa terjangan angin kencang di Gunem melanda permukiman warga di wilayah Kabupaten
Rembang
, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (12/4/2026).
Peristiwa cuaca ekstrem yang disertai dengan turunnya hujan berintensitas lebat ini mengakibatkan belasan bangunan mengalami kerusakan struktural dan sejumlah pohon berukuran besar tumbang.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem, Angin Kencang di Demak Rusak Puluhan Rumah Warga Karangawen
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (13/4/2026) pagi, pusaran angin kencang tersebut menyapu dua wilayah administratif, yakni Desa Telgawah dan Desa Sendang Mulyo yang berada di Kecamatan Gunem.
Terjangan angin ini berdampak langsung pada 14 Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di kedua desa tersebut.
Dampak kerusakan akibat insiden angin kencang di Gunem ini cukup signifikan. Laporan resmi merinci bahwa sebanyak 10 unit rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding. Selain tempat tinggal, angin juga merusak tiga tempat usaha milik warga setempat serta merobohkan satu unit kandang ternak.
Merespons situasi darurat tersebut, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang langsung turun tangan. Petugas telah melakukan pendataan kerugian secara rinci dan mendistribusikan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban terdampak. Bersama dengan unsur TNI/Polri, aparatur desa, dan warga setempat, tim gabungan bergotong royong melakukan pembersihan material bangunan yang berserakan serta mengevakuasi batang pohon yang tumbang.
Baca Juga:
Ratusan Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Subang, BPBD Lakukan Penanganan Darurat
Insiden di Rembang ini menjadi alarm peringatan terkait tingginya ancaman bencana hidrometeorologi pada masa peralihan musim. BNPB secara tegas mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Perubahan cuaca yang tidak menentu kerap kali memicu hujan lebat yang berbarengan dengan angin puting beliung.
Masyarakat diminta untuk menghindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon rindang maupun papan reklame yang rawan roboh saat cuaca mulai memburuk. BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan darurat dan mempercepat penyebarluasan informasi peringatan dini ke pelosok desa guna meminimalkan risiko fatalitas.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.