faktakalbar

Asap Karhutla Meluas, Sekolah Tatap Muka Singkawang Tetap Jalan

Faktakalbar.id - Aktivitas pembelajaran tatap muka di Kota Singkawang dipastikan tetap berjalan normal meski kabut asap kebakaran hutan dan lahan mulai memengaruhi kondisi udara di Kalimantan Barat pada Jumat (21/8).

Penulis: Wati Saturday, 22 August 2026 📖 1 menit
Asap Karhutla Meluas, Sekolah Tatap Muka Singkawang Tetap Jalan
Potret siswa melaksanakan upacara kemerdekan dalam kepungan asap. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Aktivitas pembelajaran tatap muka di Kota Singkawang dipastikan tetap berjalan normal meski kabut asap kebakaran hutan dan lahan mulai memengaruhi kondisi udara di Kalimantan Barat pada Jumat (21/8).

Pihak otoritas pendidikan setempat belum mengambil tindakan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Keputusan mempertahankan kelas tatap muka diambil berdasarkan evaluasi kualitas udara yang masih berada pada kategori sedang.

Asmadi menyatakan bahwa proses belajar mengajar secara langsung akan terus dievaluasi sesuai perkembangan situasi di lapangan.

“Kita tetap tatap muka. Tapi kita juga terus memantau. Jika nanti ada perkembangan, tentu akan kita evaluasi bersama demi keselamatan siswa,” ungkap Asmadi.

Pertimbangan keselamatan serta hak mendapatkan pendidikan bagi para siswa menjadi dasar utama keberlanjutan proses pembelajaran ini.

Dinas Pendidikan terus membangun koordinasi intensif bersama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan BPBD Singkawang.

Sinergi lintas lembaga dilakukan guna memantau secara riil penurunan kualitas udara akibat kebakaran lahan di kawasan sekitar.

Langkah penyesuaian skema belajar hingga opsi meliburkan sekolah siap diterapkan jika Indeks Standar Pencemar Udara memburuk tajam.

Evaluasi berkala dilakukan setiap hari untuk merespons cepat setiap perubahan dinamika cuaca dan sebaran asap.

Pihak sekolah diminta tetap bersiap menghadapi segala kemungkinan perubahan sistem belajar darurat.

Proteksi kesehatan siswa di area sekolah sementara ini ditingkatkan melalui kewajiban penggunaan masker.

Langkah pencegahan ini diharapkan dapat menjaga imunitas siswa tanpa mengganggu agenda akademik yang sedang berjalan.

Keselamatan jiwa peserta didik tetap ditempatkan sebagai prioritas tertinggi dalam penetapan setiap kebijakan pendidikan.

Orang tua murid diimbau untuk memantau informasi resmi dari sekolah terkait potensi perubahan skema belajar.

Sinergi semua pihak diharapkan mampu menjaga kelangsungan dunia pendidikan di tengah ancaman bencana kabut asap.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK