faktakalbar

Ayah Korban Ungkap Kejanggalan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Balita di Singkawang

Penulis: Redaksi Monday, 28 July 2025 📖 2 menit
Ayah Korban Ungkap Kejanggalan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Balita di Singkawang
Faktakalbar.id, SINGKAWANG - Duka mendalam masih menyelimuti Rasiwan, ayah kandung dari Rafa Fauzan, balita berusia 1 tahun 11 bulan yang ditemukan tewas secara tragis setelah dilaporkan hilang selama tiga hari. Rasa sedih itu kini bercampur dengan tanda tanya besar setelah mengikuti jalannya rekonstruksi pembunuhan Rafa Fauzan yang digelar pada Kamis, (24/7/2025). Baca Juga: Polresta Pontianak Gelar Pra Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak di Jembatan Tol Landak Rekonstruksi yang menghadirkan tersangka Uray Abadi tersebut memperagakan 28 adegan di lokasi kejadian, Jalan RA Kartini, Gang Kapas, Singkawang Tengah. Namun, bagi Rasiwan, rangkaian adegan itu belum sepenuhnya menjawab bagaimana putranya meregang nyawa secara keji. Ia merasa ada detail-detail krusial yang terlewatkan. "Secara umum rekonstruksi menggambarkan kejadian, tapi tidak rinci soal waktu dan detail peristiwa," ujar Rasiwan kepada awak media di lokasi rekonstruksi. Salah satu kejanggalan utama yang dirasakannya adalah tidak adanya adegan yang menjelaskan penyebab luka gores di wajah sang anak. Padahal, menurutnya, temuan luka tersebut sempat disampaikan oleh pihak kepolisian berdasarkan hasil otopsi sebelumnya. Ketidaksesuaian ini membuatnya semakin kecewa dan bertanya-tanya. "Dari hasil otopsi ada goresan di wajah anak saya, tapi itu tidak tergambar di rekonstruksi. Padahal sebelumnya kasat sendiri yang menyatakan itu," jelasnya. Rasiwan menceritakan, ia mengenal pelaku sebagai tetangganya, meski interaksi mereka hanya sebatas sapaan biasa. Baca Juga: Polres Bengkayang Ungkap Kasus Pembunuhan di Sungai Raya Kepulauan Namun, sebuah firasat buruk sempat menghampirinya sehari sebelum tragedi menimpa Rafa. Ia merasakan adanya ancaman dari pelaku terhadap anaknya, tetapi sayangnya ia tidak menindaklanjuti kecurigaan itu lebih jauh. "Saya sempat merasa aneh, ada ancaman terhadap anak saya. Tapi saya tidak sempat tanyakan lebih lanjut," ucapnya. Yang lebih memilukan, Rasiwan mengungkapkan bahwa keluarganya pernah memberikan bantuan kepada pelaku dalam kehidupan sehari-hari. Kebaikan yang dibalas dengan air tuba ini menjadi pukulan telak baginya. Di tengah duka, ia berharap agar tragedi yang menimpa anaknya menjadi yang terakhir dan menjadi pengingat bagi para orang tua untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, bahkan pada orang yang dikenal. Baca Juga: Balita Hilang di Singkawang Ditemukan Tewas di Teras Masjid, Diduga Korban Pembunuhan Proses rekonstruksi pembunuhan Rafa Fauzan ini diharapkannya dapat membuka semua tabir kejahatan yang terjadi. "Semoga ini jadi pelajaran. Jangan lengah, bahkan pada orang yang kita kenal sekalipun. Cukup anak saya saja," tutupnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK