Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah, Satu Korban Jiwa di Gorontalo
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Memasuki akhir pekan ketiga bulan Juni 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi basah masih terus terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Data terbaru hingga Sabtu (21/6) pukul 07.00 WIB mencatat sejumlah kejadian banjir dan cuaca ekstrem yang berdampak cukup signifikan.
Pohuwato, Gorontalo: Banjir Bandang Telan Korban Jiwa
Laporan pertama datang dari Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Banjir bandang menerjang sembilan desa yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Paguat, Lemito, Wanggarasi, Randangan, dan Taluditi pada Jumat (20/6) pukul 21.00 WITA.
"Terjadi satu korban jiwa dan satu orang lainnya masih dalam pencarian akibat terseret arus banjir di Desa Tuweya, Kecamatan Wanggarasi," ujar pihak BPBD Pohuwato.
Baca Juga:
BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Pendek, BNPB Imbau Masyarakat Siaga Kekeringan
Selain korban jiwa, banjir berdampak pada 340 rumah warga serta satu fasilitas ibadah.
BPBD Pohuwato berkoordinasi dengan tim SAR, TNI/Polri, Tagana, serta dinas sosial untuk melakukan penanganan, dengan fokus utama pencarian korban dan evakuasi warga terdampak.
Petugas juga mendirikan tenda pengungsian, menyediakan dapur umum, serta mendistribusikan perlengkapan kebersihan dan makanan siap saji. Hingga Sabtu pagi, air masih menggenangi wilayah Kecamatan Wanggarasi dan Taluditi.
Beberapa ruas jalan belum bisa dilalui karena tergenang air. Sementara itu, cuaca di wilayah tersebut masih hujan dengan intensitas rendah hingga sedang.
Ciomas, Bogor: Angin Kencang Rusak Rumah Warga
Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, cuaca ekstrem terjadi di Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, pada Rabu (18/6) pukul 18.15 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada sembilan rumah warga.
BPBD Kabupaten Bogor menyebutkan bahwa "enam rumah mengalami rusak sedang dan tiga rumah lainnya rusak ringan, terutama pada bagian atap."
Baca Juga:
BNPB Catat 20 Kejadian Bencana dalam 24 Jam, Masyarakat Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem
Petugas segera melakukan asesmen dan kini rumah-rumah terdampak sudah mulai diperbaiki.
Semua warga masih tinggal di rumah masing-masing dengan pemantauan dari petugas.
Cilegon, Banten: Banjir Akibat Sampah yang Menyumbat Aliran Air
Banjir juga terjadi di Kota Cilegon, Provinsi Banten, tepatnya di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulo Merak, pada Selasa (17/6) pukul 19.15 WIB.
BPBD Cilegon melaporkan bahwa sebanyak 275 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 830 jiwa terdampak.
“Banjir disebabkan oleh hujan deras dan penumpukan sampah di bantalan rel kereta yang menghambat aliran air,” demikian laporan BPBD setempat. Banjir sudah surut pada Jumat (20/6) dan situasi kini kembali kondusif.
Tangerang Selatan: Dua Kelurahan Terendam Banjir
Bencana banjir juga dilaporkan di Kota Tangerang Selatan pada Jumat (20/6) pukul 19.30 WIB.
Banjir terjadi di Kelurahan Keranggan dan Kademangan, Kecamatan Setu, sebanyak 90 rumah warga terdampak.
Baca Juga:
Bencana di Tengah Musim Kemarau: BNPB Laporkan Empat Wilayah Terdampak
Di Kelurahan Keranggan, tinggi muka air (TMA) mencapai 25 hingga 180 cm, sementara di Kademangan antara 20 hingga 70 cm.
Kondisi terakhir pada Jumat malam, banjir sudah surut.
Fenomena Kemarau Basah Masih Berlangsung
BNPB menyampaikan bahwa sebagian wilayah Indonesia saat ini tengah mengalami kemarau basah. Meskipun memasuki musim kemarau, hujan masih turun di sejumlah daerah.
Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga Agustus 2025, dengan masa pancaroba pada September–November dan awal musim hujan diprediksi terjadi mulai Desember 2025 hingga Februari 2026.
Kondisi ini meningkatkan potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang, terutama di wilayah yang rawan atau berada di dekat aliran sungai.
Baca Juga:
BNPB Catat Banjir dan Karhutla Terjadi di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juni 2025
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah-langkah mitigasi, seperti membersihkan saluran drainase, mempersiapkan area penampungan air, memangkas pohon besar yang rawan tumbang, serta menyiapkan rencana evakuasi darurat.
Pemerintah daerah juga diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Tag:
#pohon tumbang Bogor
#cuaca ekstrem Indonesia
#banjir bandang Pohuwato
#banjir Tangerang Selatan
#Media Online Kalbar
#Media Kalbar
#mitigasi bencana
#banjir Cilegon
#bencana hidrometeorologi basah
#BPBD Gorontalo
#Berita Nasional
#FaktaKalbar.id
#Kalimantan Barat
#kalbar
#musim kemarau basah
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.