Waspadai Uang Palsu, Bank Kalbar Edukasi Warga Sanggau dengan Metode 3D
Faktakalbar.id, SANGGAU -
Bank Kalbar
Cabang
Balai Karangan
mengambil langkah proaktif dalam melindungi masyarakat perbatasan dari peredaran uang palsu.
Mereka secara rutin memberikan edukasi kepada nasabah dan masyarakat umum mengenai cara meningkatkan kewaspadaan dan mengenali ciri-ciri keaslian uang, Senin (16/03/2026).
Baca Juga:
Tingkatkan Daya Tarik UMKM, Bank Kalbar Percantik Toko Buah Barokah di Kubu Raya
Kepala Seksi Pelayanan Nasabah Bank Kalbar Cabang Balai Karangan, Tulus Pranata, menjelaskan bahwa pihak bank sangat fokus memberikan pemahaman mengenai metode pengenalan uang asli yang mudah diterapkan.
Salah satu metode utama yang diajarkan adalah 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), sebuah metode yang diperkenalkan dan direkomendasikan secara luas oleh Bank Indonesia.
“Kalau dari kami Bank Kalbar Cabang Balai Karangan, kalau kita mengedukasi masyarakat terkait uang palsu dengan penerapan 3D yang diterapkan oleh Bank Indonesia yaitu dilihat, diraba ada logo watermark dan diterawang, hal itu yang selalu kami imbau ke masyarakat terkait dengan uang palsu,”
kata Tulus.
Tulus menekankan bahwa metode 3D ini merupakan langkah paling sederhana dan efektif yang dapat dilakukan masyarakat saat melakukan transaksi dengan uang tunai.
Dengan metode ini, masyarakat dapat secara langsung melihat perbedaan tanda-tanda khusus pada uang, seperti kejelasan warna, logo
watermark
, dan tekstur kertas, yang menjadi ciri khas uang asli.
"Jadi yang pertama yaitu terlihat jelas dari warnanya itu bisa kita bedakan mana yang asli dan mana yang palsu,
" jelasnya mengenai salah satu cara membedakan uang asli dan palsu.
Kewaspadaan tinggi sangat penting untuk mencegah kerugian finansial akibat peredaran uang palsu, terutama dalam transaksi sehari-hari di area perbatasan.
Baca Juga:
Bank Kalbar Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Kepala Desa di Sungai Raya
“Intinya masyarakat harus lebih hati-hati terkait dengan beredarnya uang palsu dan kita harus lebih teliti,”
ucap Tulus.
Selain edukasi mengenai metode 3D, Bank Kalbar juga mengimbau masyarakat untuk lebih mengoptimalkan transaksi digital sebagai alternatif pembayaran.
Hal ini disarankan sebagai salah satu cara paling efektif untuk sepenuhnya meminimalkan risiko mendapatkan uang kertas palsu.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.