faktakalbar

Bappeda Sintang Targetkan PAD Sintang Tahun 2026 Bisa Capai Rp207 Miliar

Penulis: Redaksi Friday, 25 April 2025 📖 1 menit
Bappeda Sintang Targetkan PAD Sintang Tahun 2026 Bisa Capai Rp207 Miliar
Faktakalbar.id, SINTANG - Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda ), Pemerintah Daerah Sintang, mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih aktif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  Bappeda menargetkan PAD Sintang pada tahun 2026 mencapai Rp207 miliar pada rapat pembahasan proyeksi pendapatan dan belanja daerah untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Baca Juga: Kabupaten Sintang Siap Ikuti Pesparani Kalbar, Bupati Dukung LP3KD Kurniawan, Kepala Bappeda Sintang, mengatakan proyeksi ini merupakan bagian penting dalam penyusunan Raperda RPJMD yang saat ini tengah disempurnakan dan ditinjau langsung oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). “PAD kita di tahun 2024 sebesar Rp174 miliar. Untuk tahun 2026 ditargetkan naik menjadi Rp207 miliar, dan tahun 2030 ditargetkan tembus Rp223 miliar. Ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan komitmen kita untuk meningkatkan kapasitas fiskal daerah,” ujar Kurniawan. Kurniawan menjelaskan bahwa penentuan jumlah pendapatan harus bersifat objektif, transparan dan akuntabel. “Kita juga perlu optimisme dalam meraih target, bukan sekadar memasukkan angka tanpa dasar,” tambahnya. Terdapat 13 OPD yang berperan dalam menghasilkan PAD menghadiri rapat tersebut. Ia juga memberikan gambaran terkait peran strategis OPD penghasil PAD melalui perumpamaan. “Ibaratnya, Pak Bupati itu punya 43 anak, yakni 43 OPD. Tapi dari jumlah itu, hanya 13 yang membantu mencarikan uang untuk rumah tangga ini. Jadi, tentu yang 13 ini harus lebih giat,” katanya. 25 April 2025 adalah tenggat waktu yang diberikan oleh Kepala Bappeda Sintang ini kepada masing-masing OPD untuk penyelesaian penginputan data usulan pendapatan mereka. Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif dari OPD sangat menentukan keberhasilan pemerintah daerah dalam membiayai program pembangunan secara mandiri. “Rapat ini menandai langkah awal menuju pembenahan struktur pendapatan daerah yang lebih progresif dan berkelanjutan, di tengah tantangan fiskal yang semakin kompleks,” tutupnya. (Jn/Vika Krisa) Baca Juga: Bari Pinta Tingkatkan Sinergitas Guna Optimalisasi Pendapatan

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK