faktakalbar

Bawa 3 Isu Prioritas di Musrenbang 2027, Forum Anak Kota Singkawang Soroti Keamanan Digital dan Jam Malam

Penulis: Redaksi Monday, 20 April 2026 📖 2 menit
Bawa 3 Isu Prioritas di Musrenbang 2027, Forum Anak Kota Singkawang Soroti Keamanan Digital dan Jam Malam
Faktakalbar.id, SINGKAWANG — Keterlibatan Forum Anak Kota Singkawang (FANTASI) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 menjadi wujud nyata penguatan partisipasi anak dalam proses perencanaan daerah. Kegiatan lintas sektoral ini diselenggarakan di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Jumat (17/6/2026). Baca Juga:  Pemkot Singkawang dan MA RI Bahas Pembangunan Cagar Budaya Acara tersebut tidak sekadar menjadi ruang dialog antara pemangku kepentingan, melainkan juga memfasilitasi penyampaian aspirasi secara langsung oleh generasi muda. FANTASI hadir sebagai representasi suara anak-anak di wilayah tersebut. Mereka menyampaikan gagasannya melalui penyerahan simbol Puzzle Peta Singkawang kepada Wali Kota Singkawang , Tjhai Chui Mie, dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson. Simbol puzzle tersebut merefleksikan harapan generasi muda akan pemerataan pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah administratif kota. Dalam forum strategis ini, tiga perwakilan Forum Anak Kota Singkawang, yakni Valencia Katarina Lidya, Sri Khoirun Nikmah, dan Fakhri Fasyin Putera, secara komprehensif mengemukakan tiga isu prioritas kepada pemerintah. Isu prioritas pertama yang disoroti adalah penguatan keamanan digital. FANTASI secara spesifik mendorong adanya peningkatan pengawasan oleh orang dewasa di ruang komunikasi remaja. Mereka juga meminta pemerintah menegakkan aturan secara ketat bagi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) guna menekan masifnya penyebaran konten negatif di dunia maya. Isu prioritas kedua berfokus pada pemerataan fasilitas publik. Perwakilan anak-anak ini meminta pemerintah mempercepat pembangunan sarana dan prasarana umum, khususnya di wilayah pinggiran seperti Kecamatan Singkawang Selatan, Singkawang Utara, dan Singkawang Timur. Tujuannya agar akses layanan publik dapat dirasakan secara adil tanpa ada ketimpangan wilayah. Baca Juga:  Pemkot Singkawang Matangkan Pengembangan Agroeduwisata Terpadu Sedangkan untuk isu prioritas ketiga, mereka menyoroti peningkatan ketertiban dan keamanan lingkungan. Sejumlah usulan konkret yang diajukan ke forum mencakup penerapan aturan jam malam bagi anak-anak hingga pukul 22.00 waktu setempat, pemberian sanksi sosial yang tegas terhadap pelaku perusakan fasilitas umum, serta peningkatan patroli rutin demi menciptakan ruang kota yang aman dan kondusif. Partisipasi aktif para anggota FANTASI yang didampingi oleh fasilitator Darmawi Safaril ini ditutup dengan penandatanganan berita acara. Dokumen ini menjadi simbol komitmen bersama para pemangku kebijakan dalam menjamin hak partisipasi anak pada setiap tahap pembangunan daerah. Melalui Musrenbang ini, anak-anak Singkawang berharap pemerintah senantiasa menempatkan perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai pijakan utama penyusunan kebijakan menuju kota ramah anak yang berkelanjutan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK