faktakalbar

Bermain Gali Lubang di Tebing Sungai, Bocah 8 Tahun di Tayan Hulu Tewas Tertimbun Longsor

Penulis: Redaksi Friday, 07 November 2025 📖 2 menit
Bermain Gali Lubang di Tebing Sungai, Bocah 8 Tahun di Tayan Hulu Tewas Tertimbun Longsor
Faktakalbar.id, SANGGAU – Seorang anak laki-laki berusia delapan tahun (VDP) meninggal dunia secara tragis setelah tertimpa longsoran tanah di tepian aliran anak Sungai Pengkedant, Dusun Peruan Dalam, Desa Peruan Dalam, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau , pada Rabu (5/11/2025) sore. Korban VDP adalah seorang pelajar yang tinggal bersama keluarganya di dusun tersebut. Insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ketika korban tengah bermain bersama dua rekannya di area sungai yang dikenal warga sebagai lokasi memancing. Baca Juga: Dua Anak Tewas Tenggelam di Parit Persawahan Matang Danau Sambas Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama dua temannya, berinisial AST dan H, awalnya memancing ikan di aliran anak Sungai Pengkedant. Setelah beberapa saat, ketiganya beralih bermain di tepian sungai yang memiliki kondisi air dangkal dan tanah yang cukup gembur. Ketika sedang bermain, korban berpindah ke sisi tebing dan mulai menggali bekas lubang di tanah yang sebelumnya digunakan warga mencari labi-labi. Tanpa diduga, bagian tebing yang digali tersebut runtuh dan menimpa tubuh korban. Kedua temannya sempat mendengar suara percikan air dan langsung melihat korban sudah tertimbun tanah. Kedua saksi berusaha menarik korban dari timbunan tanah dan berhasil membawanya ke tempat yang lebih aman. Namun, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Baca Juga: Dua Hari Hilang, Anak Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal Menyadari situasi genting itu, kedua teman korban segera berlari ke rumah orang tua korban untuk melaporkan kejadian. Mendengar kabar tersebut, ayah korban bersama kedua saksi bergegas menuju lokasi. Sang ayah segera membawa korban ke Polindes Peruan Dalam untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sekitar pukul 15.00 WIB, Bidan Polindes Paulina Monalisa melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan bahwa korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda denyut nadi. Ia kemudian menyarankan agar korban dibawa ke Puskesmas Sosok untuk pemeriksaan medis lanjutan. Setibanya di Puskesmas Sosok sekitar pukul 15.30 WIB, tim medis yang dipimpin oleh dr. Lindung menyatakan korban telah meninggal dunia kurang lebih satu jam sebelum tiba di puskesmas. Hasil visum menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab kematian diduga akibat sesak dan kelelahan hebat setelah tertimpa tanah yang menyebabkan berhentinya fungsi jantung. Personel Polsek Tayan Hulu segera melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket), mendatangi TKP, serta memasang garis polisi (police line) di lokasi. Kapolsek Tayan Hulu Iptu H. Pintor Hutajulu menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan dan tidak ditemukan indikasi tindak pidana. “Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan keterangan saksi di lokasi, korban tertimpa longsoran tanah saat bermain di tepi sungai. Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan. Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang bermain di sekitar aliran sungai atau daerah bertebing,” ujar Iptu Pintor Hutajulu. Pihak kepolisian bersama pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Peruan Dalam, Jhonson, untuk memberikan edukasi kamtibmas kepada warga. Baca Juga: Tragedi di Sungai Kakap: Balita 3 Tahun Tewas Tenggelam di Parit Depan Rumah Kapolsek berharap dengan adanya kejadian bocah tewas tertimbun longsor ini, masyarakat lebih waspada dan saling menjaga agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK