faktakalbar

BNPB Latih CPNS Jadi Agen Kemanusiaan, Fokus pada Ketangguhan dan Respon Cepat

Penulis: Redaksi Thursday, 17 July 2025 📖 2 menit
BNPB Latih CPNS Jadi Agen Kemanusiaan, Fokus pada Ketangguhan dan Respon Cepat
Faktakalbar.id, NASIONAL - Suara komando penuh semangat menggema di lembah Desa Tangkil, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (16/7/2025). “Salam Tangguh! Tangguh! Tangguh! Tangguh! Luar Biasa! Huu! Haa!” pekik 93 calon abdi negara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) yang tengah mengikuti orientasi pembekalan lapangan. Sejak Selasa (15/7/2025), para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) BNPB Tahun Anggaran 2024 menjalani pelatihan intensif di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, yang berada di Kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Kabupaten Bogor. Baca Juga: BNPB Catat 6 Bencana dalam 24 Jam, Warga Diminta Tetap Siaga Mereka bukan CPNS biasa. Para peserta ini dipersiapkan menjadi agen-agen kemanusiaan tangguh, siap diterjunkan di medan bencana di seluruh penjuru Indonesia. Orientasi ini bertujuan membentuk mental kuat, ketangguhan fisik, dan kecepatan respon, melalui pelatihan militer dasar dan pelajaran penanggulangan bencana yang terintegrasi. “Tolong tunjukkan yang terbaik,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, saat memotivasi para peserta pada Rabu (16/7/2025). Jenderal bintang tiga tersebut secara langsung memantau dan terlibat dalam kegiatan orientasi. Ia rutin hadir memberikan arahan, menyampaikan petuah, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap sesi pembekalan. “Kalian ini berbeda dengan ASN yang lain. Karena kalian akan langsung menjadi orang-orang yang diandalkan masyarakat terdampak bencana. Sehingga kalian harus memiliki nilai lebih,” tegas Suharyanto. Materi Lengkap, Fokus pada Kesiapsiagaan dan Ketangguhan Dalam orientasi tersebut, CPNS BNPB dibekali berbagai pengetahuan dasar kebencanaan, mulai dari pra-bencana, respon saat bencana, hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada tahap pra-bencana, peserta belajar mitigasi, kesiapsiagaan, serta sistem peringatan dini. Mereka diajarkan untuk mampu membaca potensi risiko dan mencari solusi untuk meminimalisir dampaknya, baik jangka pendek maupun panjang. Baca Juga: BNPB Catat Gempa, Banjir, dan Karhutla 16 Juli 2025 Selanjutnya, mereka memasuki fase penanganan darurat, mencakup evakuasi, pertolongan, dukungan logistik, hingga pendirian infrastruktur darurat. Dalam fase ini, kemampuan bertahan hidup juga menjadi salah satu materi wajib. “Seseorang hanya bisa membantu orang lain jika ia mampu menolong dirinya sendiri lebih dulu dalam kondisi darurat,” kata salah satu instruktur pembekalan. Tak hanya itu, para CPNS juga dibekali pemahaman tentang proses rehabilitasi pascabencana. Ini penting untuk memastikan masyarakat terdampak bisa bangkit dan hidup lebih baik pasca musibah. Pelatihan juga mencakup komunikasi krisis agar para ASN mampu menyampaikan informasi bencana secara akurat, menenangkan, dan meningkatkan kepercayaan publik. Materi tambahan seperti soft skill, kepemimpinan, pemecahan masalah, hingga disiplin juga disisipkan. Baca Juga: Baca Juga: BNPB Catat 19 Bencana dalam 24 Jam: Banjir, Karhutla hingga Erupsi Gunung Api Seluruh rangkaian pembekalan berlangsung intens selama empat hari, di mana peserta tinggal di tenda yang mereka dirikan sendiri dan menjalani aktivitas sejak sebelum subuh hingga larut malam. Setelah menyelesaikan orientasi ini, para CPNS BNPB akan masuk ke tahap pelatihan dasar ASN selama 12,5 bulan sebelum resmi dilantik menjadi aparatur BNPB. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK