faktakalbar

BNPB Rilis Data Bencana 18-19 Januari: Banjir dan Angin Kencang Dominasi Wilayah Indonesia

Penulis: Redaksi Tuesday, 20 January 2026 📖 2 menit
BNPB Rilis Data Bencana 18-19 Januari: Banjir dan Angin Kencang Dominasi Wilayah Indonesia
Faktakalbar.id, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman laporan peristiwa bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Data tersebut mencakup periode pengamatan mulai 18 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 19 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Baca Juga: BNPB, Banjir Bekasi, Kota Pekalongan, Angin Kencang, Info Bencana Dalam laporan tersebut, tercatat fenomena banjir dan cuaca ekstrem melanda beberapa provinsi, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Banjir Rendam Puluhan Ribu Rumah di Jawa Di Pulau Jawa, banjir menjadi kejadian dominan. Di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bekasi mengalami dampak cukup signifikan akibat hujan lebat dan drainase yang tidak berfungsi optimal. Banjir yang terjadi sejak Sabtu (17/1) ini merendam 34 desa dan 3 kelurahan di 16 kecamatan. Hingga Minggu (18/1), tercatat sebanyak 22.724 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Data BPBD Kabupaten Bekasi menunjukkan terdapat 1.336 KK atau sekitar 5.344 jiwa yang terpaksa mengungsi di 11 titik pengungsian. Sementara itu, di Kabupaten Indramayu, banjir yang merendam Desa Jatibarang Baru dilaporkan mulai berangsur surut pada Minggu (18/1). Sebelumnya, banjir merendam 60 unit rumah dan 1,5 hektare lahan sawah. Baca Juga: Cegah Hujan Ekstrem, BNPB Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Tengah Bergeser ke Provinsi Jawa Tengah, banjir melanda Kota Pekalongan akibat luapan Sungai Bremi. Genangan air setinggi 20 hingga 100 cm merendam empat kecamatan, yakni Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, Pekalongan Selatan, dan Pekalongan Utara. Sebanyak 8.692 KK terdampak dalam peristiwa ini. Personel BPBD setempat telah melakukan kaji cepat dan evakuasi warga, serta memastikan tidak ada korban jiwa. Angin Kencang di Bali dan NTT Selain banjir, angin kencang juga dilaporkan terjadi di wilayah lain. Di Provinsi Bali, angin kencang disertai hujan sedang melanda Desa Penyaringan, Kabupaten Jembrana, pada Minggu sore (18/1). Sebanyak 14 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap, namun warga telah melakukan perbaikan secara mandiri. Cuaca ekstrem juga menerjang Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (17/1). Angin kencang mengakibatkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Alak dan Kota Raja. Rincian kerusakan meliputi 5 unit rusak berat, 3 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan, sementara 4 unit lainnya masih dalam penilaian. Baca Juga: Atasi Banjir Tahunan di Kudus, Kepala BNPB: Normalisasi Sungai Juwana Jadi Kunci Imbauan Mitigasi Bencana Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki puncak musim hujan. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Langkah-langkah mitigasi dan pencegahan harus dilakukan sejak dini oleh semua pihak, antara lain pemahaman warga pada jalur evakuasi, kesiapan perlengkapan dan peralatan pendukung, tempat pengungsian dan tas siaga bencana yang disiapkan setiap keluarga,” tulis laporan resmi BNPB. BNPB berharap masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya bencana hidrometeorologi susulan guna meminimalisir risiko kerugian materi maupun jiwa. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK