faktakalbar

Buka Lahan Picu Titik Api di Sekayam, Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Penulis: Redaksi Monday, 20 April 2026 📖 2 menit
Buka Lahan Picu Titik Api di Sekayam, Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Faktakalbar.id, SANGGAU — Personel gabungan dari Polsek Sekayam dan tim Manggala Agni turun tangan melakukan verifikasi dua titik panas di Sekayam, tepatnya di wilayah Dusun Sotok, Desa Sotok, Kabupaten Sanggau, pada Minggu (19/4/2026). Kegiatan pengecekan lapangan ini merupakan tindak lanjut atas temuan dua titik api kategori medium yang terpantau melalui sistem aplikasi BRIN Fire Hotspot. Baca Juga:  Pantauan Satelit Deteksi Titik Hotspot di Sanggau, Polsek Toba Pastikan Api Lahan Warga Sudah Padam Operasi pengecekan tersebut berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Petugas keamanan dan tim pemadam terjun langsung ke lokasi kejadian guna memastikan kondisi riil sesuai dengan titik koordinat yang terdeteksi oleh radar aplikasi. Setibanya di lokasi sasaran, petugas gabungan memastikan bahwa area lahan yang sempat memicu deteksi titik panas di Sekayam tersebut sudah dalam kondisi padam seluruhnya. Berdasarkan hasil identifikasi dan pengukuran di lapangan, lokasi pertama diketahui memiliki luas hamparan sekitar 0,5 hektare, sedangkan lokasi kedua diperkirakan seluas 0,3 hektare. Meski kedua lahan tersebut sebelumnya memang terbakar, tim penanggulangan tidak menemukan lagi adanya titik api atau sisa bara yang aktif saat proses pengecekan. Kapolsek Sekayam, AKP Sutikno, menyampaikan bahwa patroli verifikasi ini adalah bentuk respons cepat kepolisian terhadap setiap peringatan dari sistem pemantauan guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang lebih luas. “Kami memastikan bahwa setiap titik hotspot yang terpantau segera diverifikasi di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan kondisi sebenarnya serta mencegah terjadinya kebakaran lanjutan,” ujarnya. Dalam pelaksanaan tugas mitigasi tersebut, aparat juga menempuh sejumlah langkah strategis. Mulai dari pendataan luas lahan, observasi area, hingga menjalin koordinasi dengan perangkat desa dan warga setempat guna mengusut penyebab munculnya titik api. Berdasarkan hasil koordinasi, diketahui bahwa lahan yang terbakar itu sengaja digunakan warga untuk keperluan pertanian, meliputi penanaman padi, cabai, dan jagung. Proses pembukaan lahan dengan metode bakar tersebut dilakukan secara terbatas dan diklaim telah dikoordinasikan secara resmi dengan pihak desa maupun tokoh adat setempat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pembakaran tersebut bersifat skala kecil di bawah ambang batas dua hektare. Baca Juga:  Tim Gabungan Cek 23 Hotspot di Sanggau, Semua Ternyata dari Aktivitas Buka Lahan Warga Warga juga melakukan pembakaran secara gotong royong dengan penjagaan ketat menggunakan peralatan tradisional seperti ember dan alat manual lainnya. “Meski dilakukan secara terbatas dan terkendali, kami tetap mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membuka lahan, serta selalu berkoordinasi dengan pihak terkait agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” tambah AKP Sutikno. Kemunculan dua titik panas di Sekayam ini tetap menjadi atensi serius pihak kepolisian. Melalui kegiatan verifikasi dan edukasi yang berkesinambungan, sinergi antara aparat keamanan, unsur pemerintah desa, dan elemen masyarakat diharapkan dapat terus menekan risiko bencana kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Sanggau secara berkelanjutan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK