faktakalbar

Bupati Sanggau Jawab Pandangan Fraksi DPRD Terkait Raperda Perubahan APBD 2025

Penulis: Redaksi Saturday, 23 August 2025 📖 2 menit
Bupati Sanggau Jawab Pandangan Fraksi DPRD Terkait Raperda Perubahan APBD 2025
Faktakalbar.id, SANGGAU – Bupati Sanggau , Yohanes Ontot, secara resmi menyampaikan jawaban eksekutif terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Sanggau 2025. Penyampaian tersebut berlangsung dalam sidang paripurna yang diadakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor DPRD Kabupaten Sanggau pada Jumat, (22/8/2025). Baca Juga: Bupati Sanggau Targetkan Seluruh Desa Bebas ODF di 2025 Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yohanes Ontot memaparkan sejumlah poin krusial terkait anggaran, realisasi belanja, serta rencana strategis pemerintah daerah ke depan. Ia juga mengawali jawabannya dengan memberikan apresiasi kepada seluruh anggota dewan. “Kami memberikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD Sanggau atas saran, kritik, dan pertanyaan yang telah disampaikan pada 11 Agustus 2025 lalu,” ujarnya, dikutip dari laman diskominfo.sanggau, Sabtu (23/8/2025). Ia menekankan bahwa proses penyusunan Raperda Perubahan APBD Sanggau 2025 telah dilakukan secara cermat dan maksimal. “Penyusunan Raperda Perubahan APBD 2025 telah diupayakan secara maksimal, melalui proses penyusunan perubahan RKPD, Renstra, Renja SKPD, serta perubahan KUA dan PPAS,” jelasnya. Rincian Kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Menanggapi pertanyaan dari Fraksi PDI Perjuangan, Bupati menjelaskan bahwa target Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 25,866 miliar. Baca Juga: Perkuat Komitmen Pembangunan, Laporan Aksi Sabang Merah Berdompu Diserahkan ke Bupati Sanggau Kenaikan ini ditopang oleh tiga sumber utama, yaitu retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan lain-lain PAD yang sah. “Kenaikan terbesar pada retribusi daerah berasal dari BLUD RSUD M.Th. Djaman sebesar Rp 8,531 miliar. Sementara itu, untuk Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, naik Rp 2,385 miliar yang bersumber dari dividen penyertaan modal pada PT. Bank Kalbar,” paparnya. Adapun sumber kenaikan terbesar, menurutnya, berasal dari pos Lain-lain PAD yang Sah. “Naik sebesar Rp 14,837 miliar, yang sebagian besar berasal dari pengembalian kelebihan dana hibah KPU dan Bawaslu sebesar Rp 14,430 miliar,” tambahnya. Meski demikian, target Pajak Daerah tidak dinaikkan dan tetap berada di angka Rp 109,227 miliar karena realisasi beberapa objek pajak belum mencapai harapan. Upaya Mengurangi Ketergantungan Dana Pusat Menjawab sorotan Fraksi Partai Gerindra, Bupati Yohanes Ontot mengakui bahwa kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah masih relatif kecil. “Kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah baru mencapai 12,36%, sementara 87,64% masih bersumber dari dana transfer daerah,” ungkapnya. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah daerah telah dan akan terus melakukan berbagai upaya optimalisasi PAD, di antaranya membuat regulasi baru, mengembangkan sistem pembayaran pajak elektronik, memutakhirkan data wajib pajak, hingga bekerja sama dengan Kejaksaan dan Bank Kalbar untuk efektivitas penagihan. Baca Juga: Remisi Serentak HUT RI ke-80, 554 Narapidana Sanggau Dapat Pengurangan Hukuman Realisasi Anggaran dan Prioritas Pendidikan Berdasarkan laporan per 31 Juli 2025, realisasi fisik APBD Sanggau telah mencapai 47,59%, sedangkan realisasi keuangan menyentuh angka 38,91% atau setara Rp 775,434 miliar dari total belanja Rp 1,981 triliun. Menanggapi pandangan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengenai kondisi sekolah, Bupati mengakui masih ada fasilitas pendidikan yang terbatas. “Pemerintah akan melakukan pendataan menyeluruh dan menyusun skala prioritas untuk renovasi, berdasarkan tingkat kerusakan, jumlah siswa, dan urgensi kebutuhan, agar penanganan dapat dilakukan secara terencana dan tepat sasaran,” jelasnya sepert dikutip dari diskominfo.sanggau.go.id. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK