faktakalbar

Bupati Sintang Ungkap 86 Persen Jalan Masih Rusak

Penulis: Redaksi Sunday, 12 April 2026 📖 2 menit
Bupati Sintang Ungkap 86 Persen Jalan Masih Rusak
Faktakalbar.id, SINTANG – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sintang hingga tahun 2030 mendatang. Hal tersebut disampaikan saat membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Sintang Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis (9/4/2026). Baca Juga:  Viral Keluhan Jalan Rusak di Sintang, Wagub Kalbar Singgung Perbandingan Luas Wilayah dan APBD Agenda strategis Musrenbang Sintang 2026 ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Ketua DPRD Sintang Indra Subekti, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi maupun kabupaten. Dalam pidatonya, Gregorius Herkulanus Bala memaparkan fakta krusial mengenai kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya. Saat ini, total panjang jalan yang berstatus milik Kabupaten Sintang mencapai 1.787 kilometer. Namun, dari jumlah tersebut, tercatat hanya 13,13 persen yang berada dalam kondisi mantap, sementara sisanya masih dalam keadaan rusak sedang hingga berat. “Setelah satu tahun menjalankan RPJMD, kita masih dihadapkan pada sejumlah isu strategis dan tantangan besar. Terutama pada aspek penyediaan layanan dasar infrastruktur. Persentase jalan dalam kondisi mantap hanya 13,13 persen, sisanya rusak sedang hingga berat," terang Bupati Sintang. Selain masalah jalan, Bupati juga menyoroti akses layanan dasar lainnya yang masih perlu diakselerasi. Saat ini, akses air bersih baru menjangkau 54,2 persen masyarakat Sintang. Untuk sektor sanitasi layak telah mencapai 70,1 persen, sedangkan ketersediaan rumah layak huni berada di angka 94,1 persen. Ia mengakui bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun perkembangannya masih di bawah harapan pemerintah daerah. Sektor ekonomi tidak luput dari evaluasi. Pertumbuhan ekonomi Sintang terpantau stagnan di angka 4 hingga 5 persen, dengan tingkat kemiskinan yang masih berada di bawah rata-rata provinsi Kalimantan Barat. “Semua kondisi ini adalah gambaran isu strategis yang harus kita pecahkan bersama. RKPD 2027 menjadi salah satu instrumen utama untuk mengatasinya,” tegasnya. Menyikapi berbagai permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang menetapkan tema RKPD tahun 2027 yakni “Pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas untuk memperkuat daya saing daerah yang berkelanjutan”. Baca Juga:  Kondisi Jalan Rusak Parah, Warga Kayan Hilir Sintang Tagih Janji Pemerintah Soal Perbaikan Jalan Melalui tema ini, pemerintah akan berfokus pada peningkatan infrastruktur jalan dan permukiman, kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi melalui UMKM, koperasi, pertanian, dan pariwisata. Pelaksanaan Musrenbang Sintang 2026 ini diharapkan menjadi titik balik dalam pengendalian inflasi, penguatan pengelolaan lingkungan hidup, serta peningkatan kualitas pelayanan publik melalui digitalisasi tata kelola pemerintahan demi memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK