Cara Mengatasi Bau Mulut Padahal Sudah Rajin Sikat Gigi
Bau mulut tetap muncul meski rajin sikat gigi? Ketahui penyebab dan cara mengatasinya, mulai dari membersihkan lidah hingga menjaga kelembapan mulut.
Faktakalbar.id – Bau mulut atau halitosis bisa terjadi meski seseorang sudah rutin menyikat gigi setiap hari. Kondisi ini tidak selalu berarti gigi kotor. Bau mulut juga dapat dipengaruhi oleh kebersihan lidah, mulut kering, makanan, kebiasaan tertentu, hingga masalah pada gigi dan gusi.
Karena itu, menyikat gigi saja terkadang belum cukup untuk mengatasi bau mulut. Kebiasaan menjaga kebersihan seluruh rongga mulut perlu diperhatikan agar penyebabnya dapat ditangani dengan tepat.
Kenapa Bau Mulut Tetap Muncul Meski Rajin Sikat Gigi?
Salah satu penyebab yang sering terlewat adalah lidah. Permukaan lidah dapat menjadi tempat menumpuknya bakteri dan sisa makanan yang menghasilkan senyawa berbau.
Selain itu, bau mulut juga dapat muncul ketika produksi air liur berkurang. Kondisi mulut kering membuat kemampuan alami mulut untuk membersihkan sisa makanan dan bakteri menjadi berkurang.
Masalah gigi dan gusi seperti gigi berlubang, plak, karang gigi, atau penyakit gusi juga bisa menjadi penyebab bau mulut yang menetap.
Cara Mengatasi Bau Mulut
1. Jangan Hanya Menyikat Gigi
Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride. Bersihkan seluruh permukaan gigi secara perlahan, termasuk bagian yang sulit dijangkau.
Menyikat gigi dengan teknik yang benar lebih penting daripada menyikat terlalu kuat.
2. Bersihkan Permukaan Lidah
Setelah menyikat gigi, jangan lupa membersihkan lidah menggunakan tongue scraper atau pembersih lidah.
Lakukan dengan lembut dan tidak perlu menekan terlalu keras. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi penumpukan bakteri dan sisa makanan di permukaan lidah.
3. Bersihkan Sela-Sela Gigi
Sikat gigi tidak selalu mampu membersihkan seluruh sela gigi. Karena itu, gunakan dental floss atau sikat interdental untuk membersihkan area di antara gigi.
Sisa makanan yang tertinggal di sela gigi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan berkontribusi terhadap bau mulut.
4. Perbanyak Minum Air Putih
Minum air yang cukup membantu menjaga kelembapan mulut. Mulut yang terlalu kering dapat membuat bau mulut menjadi lebih mudah muncul.
Terutama setelah makan, minum air putih dapat membantu membersihkan sebagian sisa makanan dari rongga mulut.
5. Perhatikan Makanan dan Minuman
Beberapa makanan dan minuman dapat menyebabkan bau mulut sementara, misalnya bawang putih, bawang bombai, kopi, dan makanan tertentu yang memiliki aroma kuat.
Bukan berarti harus selalu dihindari, tetapi perhatikan apakah bau mulut muncul atau menjadi lebih kuat setelah mengonsumsinya.
6. Kurangi Kebiasaan yang Membuat Mulut Kering
Merokok dan konsumsi alkohol dapat berkontribusi terhadap masalah bau mulut serta kesehatan mulut secara keseluruhan.
Selain itu, beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan mulut kering. Jika bau mulut muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan menghentikan obat sendiri. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
7. Rutin Periksa ke Dokter Gigi
Jika bau mulut tetap muncul meski kebersihan mulut sudah dijaga, pemeriksaan dokter gigi penting dilakukan.
Dokter dapat memeriksa apakah terdapat gigi berlubang, karang gigi, penyakit gusi, atau masalah lain yang mungkin menjadi sumber bau.
Kapan Bau Mulut Perlu Diperiksa?
Bau mulut yang hanya muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu biasanya bersifat sementara. Namun, jika bau mulut menetap dan tidak membaik meski kebersihan mulut sudah dijaga, sebaiknya jangan diabaikan.
Terlebih jika disertai gusi mudah berdarah, gusi bengkak, sakit gigi, mulut sangat kering, atau keluhan lain.
Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan profesional diperlukan untuk mencari penyebabnya.
Kesimpulan
Rajin sikat gigi belum tentu cukup untuk mencegah bau mulut. Bersihkan juga lidah dan sela-sela gigi, cukup minum air, perhatikan makanan, serta lakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Jika bau mulut terus berlanjut, mencari penyebabnya jauh lebih penting daripada sekadar menutupinya dengan permen atau obat kumur.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.