faktakalbar

Cegah Api Susulan, 42 Personel Gabungan Lakukan Pendinginan Lahan di Tayan Hilir

Penyebab kebakaran hutan dan lahan di kawasan tanah mineral Dusun Sungai Putat, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, hingga kini belum diketahui pasti, Jumat (4/9/2026).

Penulis: Natash Saturday, 05 September 2026 📖 1 menit
Cegah Api Susulan, 42 Personel Gabungan Lakukan Pendinginan Lahan di Tayan Hilir
Tim pemadam gabungan mengerahkan kendaraan operasional saat memadamkan sisa titik panas di kawasan hutan Dusun Sungai Putat, Kabupaten Sanggau, Jumat (4/9/2026).

Penyebab kebakaran hutan dan lahan di kawasan tanah mineral Dusun Sungai Putat, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, hingga kini belum diketahui pasti, Jumat (4/9/2026).

Meskipun kobaran api utama berhasil dikendalikan, ancaman munculnya kembali titik api masih membayangi akibat kondisi cuaca kering.

Guna mengantisipasi hal tersebut, tim pemadam gabungan dikerahkan ke lokasi untuk menyiram sisa bara tanah sejak pukul 17.00 WIB.

Operasi penyisiran tersebut mengerahkan armada lengkap dari Polsek Tayan Hilir, KPH Sanggau Barat, serta Manggala Agni Sanggau.

Kapolsek Tayan Hilir Kusdarwanto menyebut langkah pendinginan harus dilakukan menyeluruh untuk menutup potensi kebakaran susulan.

“Pendinginan kami lakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara atau titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan. Personel bersama seluruh unsur yang terlibat terus menyisir dan menangani bagian-bagian lahan yang masih berpotensi menyimpan panas,” kata Kusdarwanto, Jumat (4/9/2026).

Kusdarwanto menekankan pentingnya peran serta warga desa dalam merespons ancaman bencana kebakaran hutan secara dini.

“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi Polri, TNI, Korbrimob, KPH, Manggala Agni dan masyarakat menjadi kekuatan utama di lapangan. Kami mengapresiasi warga yang ikut membantu karena kepedulian seperti ini sangat penting dalam mencegah api kembali membesar,” tuturnya.

Kondisi tanah mineral di kawasan hutan yang terbakar tetap memerlukan pengawasan ketat hingga seluruh struktur tanah dinyatakan dingin.

Pihak kepolisian mengimbau warga kawasan perkebunan untuk tidak menyalakan api tanpa pengawasan selama periode kemarau berlangsung.

Pengawasan ketat di area rawan akan terus ditingkatkan demi menjaga kelestarian ekosistem dan mencegah kepulan asap.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK