faktakalbar

Cegah Karhutla Meluas, Polsek Parindu Cek Langsung Empat Titik Hotspot di Lahan Pertanian Warga

Penulis: Redaksi Wednesday, 22 April 2026 📖 2 menit
Cegah Karhutla Meluas, Polsek Parindu Cek Langsung Empat Titik Hotspot di Lahan Pertanian Warga
Faktakalbar.id, SANGGAU — Kepolisian Sektor (Polsek) Parindu bergerak cepat melakukan pengecekan langsung (ground check) terhadap empat titik panas yang terdeteksi menyala di wilayah Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau , pada Selasa (21/4/2026) sore. Patroli peninjauan lokasi kebakaran lahan ini merupakan tindak lanjut kepolisian atas hasil pantauan dari sistem aplikasi peringatan dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Lancang Kuning. Baca Juga:  Cek Lahan Terbakar di Sanggau, Kapolsek Tayan Hilir: Pencegahan Karhutla Lebih Penting dari Penindakan Kapolsek Parindu, N. Ling, mengungkapkan bahwa dari hasil deteksi aplikasi, keempat titik hotspot di Kecamatan Parindu tersebut terpantau masuk ke dalam kategori medium. Titik-titik panas ini tersebar di tiga wilayah administratif desa yang berbeda, yakni Desa Rahayu, Desa Marita, dan Desa Suka Gerundi. Saat petugas tiba di lokasi pertama di Desa Rahayu, ditemukan sisa pembakaran di atas lahan seluas 0,5 hektare. Sementara itu, dua titik lainnya terpantau berada di Desa Marita dengan luas masing-masing lahan sekitar 0,4 hektare. Titik terakhir ditemukan di Desa Suka Gerundi dengan luas area yang dibakar mencapai 0,5 hektare. Berdasarkan hasil identifikasi petugas di lapangan, seluruh area yang terbakar dipastikan merupakan lahan milik pribadi warga yang dipersiapkan khusus untuk keperluan aktivitas pertanian tanam padi. Selain itu, jenis tanah di lokasi pembakaran merupakan tanah mineral murni, bukan jenis lahan gambut yang memiliki potensi risiko perambatan api bawah tanah yang tinggi. “Kami memastikan bahwa api di lokasi sudah padam dan tidak berpotensi meluas. Ini penting sebagai langkah pencegahan dini agar tidak terjadi kebakaran yang lebih besar,” ujar N. Ling. Operasi penyisiran lahan ini melibatkan sejumlah personel kepolisian, di antaranya Aiptu Agus TR, Aipda Warjianto, Bripka Agus SW, dan Brigpol Tri Wahyono. Para petugas tidak hanya memverifikasi keakuratan titik koordinat api, tetapi juga secara langsung mengecek tingkat kesiapsiagaan warga sekitar dalam mengantisipasi rembetan api. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa para pemilik lahan telah menerapkan standar keamanan tradisional yang cukup baik. Warga secara mandiri telah membuat sekat bakar sebagai pembatas antar-lahan, menyiagakan alat pemadam sederhana, serta terus menjaga lokasi selama proses pembakaran sisa pertanian berlangsung. Baca Juga:  Pantauan Satelit Deteksi Titik Hotspot di Sanggau, Polsek Toba Pastikan Api Lahan Warga Sudah Padam Aparat kepolisian memberikan apresiasi tinggi atas langkah preventif dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh warga setempat. Meskipun demikian, N. Ling menegaskan bahwa patroli pemantauan terhadap kemunculan titik hotspot di Kecamatan Parindu akan terus dilakukan secara berkala dan intensif guna menghindari kelalaian sekecil apa pun. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam membuka lahan dengan cara membakar. Pastikan semua prosedur pengamanan dilakukan dan jangan meninggalkan api tanpa pengawasan. Sinergi antara masyarakat dan aparat sangat dibutuhkan dalam mencegah karhutla di wilayah kita,” pungkasnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK