Cegah Potensi Kebakaran Meluas, Polsek Jangkang Cek Langsung Titik Panas di Desa Ketori
Faktakalbar.id, SANGGAU –
Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Jangkang,
Polres Sanggau
, bergerak cepat merespons deteksi titik panas (
hotspot
) yang terpantau satelit pada Kamis (22/1/2026).
Langkah responsif ini diambil guna memitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) agar tidak meluas dan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan di wilayah Kecamatan Jangkang.
Baca Juga:
Polsek Batang Tarang Cek Lapangan, Pastikan Dua Titik Hotspot di Desa Semoncol Aman
Kegiatan pengecekan lapangan (
ground check
) dimulai sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolsek Jangkang, Iptu Santoso Heru Bimo, memimpin langsung personelnya menuju lokasi titik panas yang terdeteksi memiliki status medium tersebut.
Temuan di Lapangan
Berdasarkan data pemantauan, lokasi titik panas berada di koordinat lintang 0.73521 dan bujur 110.8863, tepatnya di wilayah Desa Ketori, Kecamatan Jangkang.
Area yang terbakar merupakan lahan semak seluas kurang lebih 1,3 hektare dengan jenis tanah mineral.
Sesampainya di lokasi, petugas melakukan verifikasi faktual. Kapolsek Jangkang memastikan bahwa meskipun lahan tersebut berstatus milik pribadi dengan tingkat kerawanan sedang, situasi sudah terkendali saat petugas tiba.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, saat personel tiba di lokasi, api sudah padam. Pemilik lahan juga berada di tempat dan telah menyiapkan peralatan pemadaman sejak awal,” ujar Iptu Santoso Heru Bimo dalam keterangannya.
Pengawasan Melekat Pemilik Lahan
Iptu Santoso menjelaskan bahwa keberadaan pemilik lahan di lokasi saat proses pembakaran berlangsung menjadi faktor kunci dalam menekan potensi kebakaran yang lebih besar.
Pemilik lahan diketahui melakukan pengawasan ketat sehingga api tidak menjalar ke area sekitarnya.
Meskipun api telah padam, Polsek Jangkang tidak melonggarkan kewaspadaan. Pihaknya segera berkoordinasi dengan Tim Siaga Api Penanggulangan Karhutla, pemerintah desa setempat, serta kepala dusun.
Baca Juga:
Hotspot Pontianak Minim, Wali Kota Sebut Kabut Asap Didominasi Kiriman Luar Daerah
Sinergi ini dinilai vital untuk memastikan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi musim kemarau yang rawan api.
“Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan tokoh adat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih waspada dan bertanggung jawab dalam pengelolaan lahan,” pungkas Iptu Santoso.
Melalui pendekatan persuasif dan pencegahan dini ini, Polsek Jangkang berharap masyarakat semakin sadar akan risiko pembakaran lahan.
Keterlibatan aktif seluruh elemen warga diharapkan mampu menjaga wilayah Jangkang tetap aman dari bencana asap akibat Karhutla.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.