faktakalbar

Bangkit dari 'Mati Suri', CN-235 TNI AU Kembali Mengudara Siap Perkuat Misi di Papua

Penulis: Redaksi Sunday, 11 January 2026 📖 2 menit
Bangkit dari 'Mati Suri', CN-235 TNI AU Kembali Mengudara Siap Perkuat Misi di Papua
Faktakalbar.id, BANDUNG – Pesawat angkut legendaris CN-235 100M dengan nomor ekor A-2305 akhirnya resmi kembali ke barisan aktif TNI Angkatan Udara . Baca Juga:   Bangun Jembatan Udara, TNI AU Sukses Terbangkan 900 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera Setelah sempat berstatus unserviceable , pesawat milik Skadron Udara 27 i ni sukses menjalani program restorasi total di fasilitas PT Dirgantara Indonesia ( PTDI ) dan diserahterimakan di Hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI, Bandung, Jumat (09/01/2026). Restorasi ini menandai "hidupnya kembali" aset penting TNI AU tanpa harus melakukan pengadaan unit baru. Melalui program Life Extension , CN-235 ini diproyeksikan mampu beroperasi selama 10 hingga 15 tahun ke depan dengan standar keselamatan dan sistem yang jauh lebih modern. Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar mengaktifkan pesawat yang sebelumnya mati fungsi. "Program ini bukan hanya mengaktifkan pesawat yang sebelumnya mati fungsi, tapi juga meningkatkan standar keselamatan dan keandalan sesuai kebutuhan operasi TNI AU saat ini," tegas Dena. Baca Juga:   Batch Pertama Segera Tiba, Tiga Jet Tempur Rafale Indonesia Siap Dikirim Proses pengerjaan pesawat yang usianya sudah lebih dari 30 tahun ini melibatkan peremajaan menyeluruh. Langkah yang diambil mencakup 3C-check , perpanjangan usia struktur, peningkatan avionik, rewiring total, pengecatan ulang, hingga perbaikan interior. PTDI menerapkan strategi mid-life upgrade di mana struktur utama yang masih layak dipertahankan, sementara sistem vital dimodernisasi. Hasilnya, pesawat kini dilengkapi dengan kokpit digital baru, Flight Management System (FMS) terkini, serta peningkatan situational awareness yang kompatibel dengan komunikasi militer modern. Kembalinya A-2305 menjadi angin segar bagi Skadron Udara 27 yang memiliki wilayah operasi menantang. Pesawat ini diproyeksikan langsung memperkuat misi operasi dan latihan, khususnya di wilayah Papua yang membutuhkan armada tangguh dan fleksibel. Selain misi militer, pesawat ini juga disiapkan untuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Secara teknis dan legalitas, pesawat ini telah dinyatakan laik terbang. Authority Flight Acceptance dari Indonesia Defense Airworthiness Authority (IDAA) telah dikantongi pada 6 Januari 2026, disusul dengan penerimaan pelanggan ( customer acceptance ) pada 8 Januari 2026. Keberhasilan proyek yang banyak ditangani oleh teknisi muda PTDI ini diharapkan menjadi tolak ukur bahwa modernisasi alutsista tidak selalu harus bergantung pada impor, melainkan dapat dimaksimalkan melalui perawatan dan peningkatan kemampuan industri dalam negeri. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK