Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Terjang Purwakarta dan Tulungagung, Puluhan Rumah Rusak
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) merilis hasil pemantauan situasi terkini di Indonesia.
Dalam periode 1 Januari hingga 2 Januari 2026, BNPB mencatat terdapat dua kejadian bencana baru yang menjadi sorotan khusus karena dampaknya terhadap permukiman masyarakat.
Baca Juga:
Awal 2026, BNPB Laporkan 5 Kejadian Bencana Baru Dominasi Banjir dan Longsor
Laporan tersebut menyoroti kerusakan yang terjadi di dua provinsi berbeda, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur, yang disebabkan oleh fenomena cuaca.
Kerusakan di Purwakarta
Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Cuaca ekstrem dilaporkan melanda wilayah tersebut pada Rabu (31/12).
Insiden ini berdampak langsung pada 19 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 61 jiwa.
Berdasarkan data kerusakan fisik, sejumlah tempat tinggal warga mengalami kehancuran.
“Sebanyak dua unit rumah mengalami rusak berat dan 15 unit rumah rusak ringan,” bunyi laporan resmi BNPB.
Wilayah Purwakarta saat ini masih berada dalam status Siaga Darurat Provinsi Jawa Barat yang berlaku mulai 13 September 2025 hingga 30 April 2026.
Hingga berita ini diturunkan, material bangunan rumah yang ambruk telah berhasil dibersihkan oleh petugas gabungan bersama masyarakat setempat.
Baca Juga:
Laporan Bencana BNPB: Angin Kencang di Jabar hingga Banjir Rob di Jateng
Angin Kencang di Tulungagung
Selain di Jawa Barat, kejadian bencana lainnya tercatat di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Angin kencang menerjang sejumlah wilayah permukiman pada Kamis (1/1).
Dampak dari peristiwa ini dirasakan oleh 22 Kepala Keluarga.
Data BNPB menyebutkan total 22 unit rumah warga mengalami kerusakan kategori ringan. Wilayah Tulungagung sendiri juga berada dalam status Siaga Darurat Provinsi Jawa Timur yang berlaku hingga 1 Mei 2026.
“Saat ini, pembersihan material sisa dampak angin kencang telah dilakukan dan kondisi wilayah berangsur kondusif,” lanjut laporan tersebut.
Menyikapi kondisi ini, BNPB terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Pemerintah juga mendorong langkah mitigasi guna mengurangi risiko susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan resmi dari BPBD setempat mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.