faktakalbar

Dana Pusat Dipangkas, Mampukah Sintang Kejar Target Infrastruktur 56 Persen di 2027?

Penulis: Redaksi Saturday, 21 February 2026 📖 1 menit
Dana Pusat Dipangkas, Mampukah Sintang Kejar Target Infrastruktur 56 Persen di 2027?
Faktakalbar.id, SINTANG -  Pemerintah Kabupaten Sintang menghadapi dilema besar dalam menyusun peta jalan pembangunan tahun 2027. Di tengah terpangkasnya dana transfer dari pemerintah pusat, daerah ini mematok target ambisius yakni Indeks Infrastruktur sebesar 56,26 persen. Kondisi ini memaksa pemerintah setempat untuk memperketat ikat pinggang dan selektif dalam memilih proyek prioritas. Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, mengakui bahwa keterbatasan ruang fiskal menjadi batu sandungan utama. Baca Juga:  Bupati Sintang Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Kerukunan di Sintang Ia menekankan bahwa perencanaan ke depan tidak bisa lagi dilakukan dengan pola lama yang bersifat ekspansif tanpa perhitungan matang. “Terkait adanya pengurangan dana transfer keuangan ke daerah, membuat kita dalam menyusun perencanaan 2027 harus semakin terarah, kolektif, efektif dan prioritas,” tegas Ronny dalam rapat perencanaan di Sintang. Kualitas vs Kuantitas: Tantangan Infrastruktur yang Tersisa Meskipun sepanjang tahun 2025 pemerintah daerah mengeklaim telah membangun jalan sepanjang 6,6 kilometer dan lebih dari 100 unit jembatan, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak wilayah yang terisolasi . Pengurangan anggaran pusat dikhawatirkan akan memperlambat laju konektivitas antardesa yang menjadi urat nadi ekonomi lokal. Strategi pemerintah kini bergeser dari sekadar mengejar angka fisik menuju efektivitas dampak ekonomi. Penekanan pada pelayanan dasar seperti sanitasi dan air bersih yang selama ini tertinggal, kini dipaksa menjadi prioritas di tengah minimnya modal pembangunan. Pemerintah Kabupaten Sintang kini dituntut untuk membuktikan bahwa dengan anggaran yang lebih ramping, mereka mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas tinggi. Tanpa sinkronisasi yang kuat, target indeks 56,26 persen tersebut berisiko hanya menjadi angka di atas kertas tanpa perubahan signifikan pada taraf hidup masyarakat di pedalaman. Baca Juga:  Operasi SAR Ditutup: Dua Korban Terakhir yang Tenggelam di Sungai Kapuas Sintang Ditemukan Meninggal (Nara)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK