faktakalbar

Dedi Congor Absen dari Pemeriksaan KPK karena Sakit, Penyidik Jadwalkan Ulang

ASN Bea Cukai Ahmad Dedi alias Dedi Congor tidak memenuhi panggilan KPK karena sakit. Penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaannya.

Penulis: Clara Wednesday, 23 September 2026 📖 1 menit
Dedi Congor Absen dari Pemeriksaan KPK karena Sakit, Penyidik Jadwalkan Ulang
ASN Bea Cukai Ahmad Dedi alias Dedi Congor saat menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (dok/Antara)

Faktakalbar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap ASN Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ahmad Dedi alias Dedi Congor, dalam pengembangan kasus dugaan suap importasi barang.

Namun, Dedi tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan pada Selasa (22/9/2026). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Dedi telah mengonfirmasi ketidakhadirannya karena sedang sakit.

“Yang bersangkutan konfirmasi tidak hadir, karena kondisi sedang sakit,” kata Budi.

KPK menyebut pemeriksaan terhadap Dedi akan dijadwalkan kembali. Dalam agenda pemanggilan tersebut, KPK tidak mencantumkan status Dedi sebagai saksi, melainkan sebagai pihak terkait dalam perkara yang sedang dikembangkan.

Perubahan penyebutan tersebut muncul setelah KPK mengumumkan pengembangan perkara dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sebelumnya, Dedi juga pernah diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan di lingkungan Bea Cukai pada Februari 2026 dan kemudian mengembangkan penyidikan dengan menerbitkan dua surat perintah penyidikan pada Juli 2026. Sejumlah pejabat dan pihak swasta telah ditetapkan sebagai tersangka dalam rangkaian perkara tersebut.

Pemeriksaan terhadap Dedi dinilai penting bagi penyidik untuk mendalami perkara tersebut. Namun, hingga pemeriksaan ulang dilakukan, KPK belum mengungkap jadwal baru pemeriksaan Dedi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK