faktakalbar

Delegasi Indonesia Berperan Aktif dalam Latihan Penanganan Bencana ARDEX 2025 di Kamboja

Penulis: Redaksi Friday, 01 August 2025 📖 1 menit
Delegasi Indonesia Berperan Aktif dalam Latihan Penanganan Bencana ARDEX 2025 di Kamboja
Faktakalabar.id, NASIONAL - Delegasi Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam kerja sama penanggulangan bencana regional dengan berpartisipasi aktif dalam ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise ( ARDEX ) 2025. Latihan simulasi yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja, pada 21–25 Juli 2025 ini merupakan agenda dua tahunan yang digagas ASEAN dan AHA Centre. Pemerintah Indonesia, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), mengirimkan empat perwakilan yang memegang peran penting dalam berbagai sesi latihan. Baca Juga: BNPB dan KLHK Dorong Percepatan Penanganan Karhutla di Kalbar Partisipasi Indonesia di ARDEX kali ini dipimpin oleh Bambang Surya Putra, Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, yang juga bertindak sebagai perwakilan pemerintah dalam sesi gladi ruang ( table top exercise ). Widyaiswara Ahli Madya BNPB, Apriyuanda Giyant Bayu Pradana, yang juga tergabung dalam delegasi, menjelaskan bahwa ARDEX 2025 mengusung tema “Strengthening ASEAN’s Collective Response Capacity through National Leadership, Regional Enhancement and International Support” . Latihan ini mencakup tiga komponen utama, yaitu gladi ruang (TTX), geladi pos komando (CPX), dan geladi lapang (FTX). Bayu, yang bertugas sebagai wasit ( referee ) pada TTX, memaparkan skenario kompleks yang menjadi dasar latihan. “Simulasi dirancang berdasarkan skenario kompleks bencana banjir besar akibat curah hujan ekstrem dan badai tropis Rumyoul yang menerjang kawasan Kamboja dan memicu kebutuhan akan respons darurat lintas batas,” ujar Bayu. Sebagai negara yang telah dua kali menjadi tuan rumah ARDEX pada tahun 2018 dan 2023, partisipasi Indonesia di ARDEX 2025 ini menegaskan kembali posisi strategis dan kontribusi substantif Indonesia dalam memperkuat mekanisme respons bencana kolektif di Asia Tenggara. Baca Juga: Atasi Karhutla Jambi, BNPB Optimalkan Modifikasi Cuaca dan Pengeboman Air Kehadiran delegasi ini tidak hanya menjadi ajang diplomasi kemanusiaan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran untuk mengevaluasi kesiapsiagaan nasional dalam mengadopsi Prosedur Operasi Standar ASEAN (SASOP). Kegiatan ARDEX 2025 diakhiri dengan sesi after action review (AAR) pada 24 Juli, yang menjadi momen evaluasi untuk perbaikan mekanisme koordinasi di masa depan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK