Deteksi Dua Hotspot di Belitang Hilir Sekadau, Polisi Temukan 1 Hektare Lahan Hangus
Faktakalbar.id - Personel Polsek Belitang Hilir menemukan total satu hektare lahan milik warga hangus terbakar saat melakukan ground check titik hotspot di Kabupaten Sekadau pada Kamis, 10 September 2026. Pengecekan lapangan tersebut menyasar dua lo…
Faktakalbar.id - Personel Polsek Belitang Hilir menemukan total satu hektare lahan milik warga hangus terbakar saat melakukan ground check titik hotspot di Kabupaten Sekadau pada Kamis, 10 September 2026.
Pengecekan lapangan tersebut menyasar dua lokasi terpisah, yaitu Desa Merbang dengan luas lahan terbakar 0,4 hektare dan Desa Menawai Tekam seluas 0,6 hektare.
Langkah verifikasi darat dilakukan guna memastikan kebenaran data satelit pemantau titik panas serta memetakan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Petugas memastikan kobaran api di kedua lokasi berkategori tanah mineral tersebut sudah berada dalam kondisi padam saat rombongan tiba.
"Setelah mendapat informasi adanya titik hotspot, personel langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lapangan. Saat tiba di lokasi, api sudah padam dan petugas kemudian melakukan pengecekan serta pendataan terhadap lahan yang terbakar," kata Plt Kasi Humas Polres Sekadau Iwan Kurniawan, Jumat (11/9).
Di lokasi kejadian, tim pemeriksa menemukan adanya sekat pembatas antar-lahan warga serta kesiapan peralatan pemadam mandiri di area perkebunan tersebut.
Adanya pembatas fisik tersebut dinilai membantu mencegah perambatan api ke area perkebunan warga lainnya di sekitar lokasi.
Kepolisian terus bersiaga serta berkoordinasi dengan pengurus RT dan perangkat desa untuk memantau potensi titik api susulan.
Langkah pendataan pemilik lahan juga dilakukan untuk memverifikasi penyebab pasti munculnya titik api di dua desa tersebut.
Masyarakat diminta tidak meninggalkan area perkebunan tanpa memastikan kondisi sisa pembakaran benar-benar dingin.
Pengawasan ketat pada area perkebunan warga akan terus ditingkatkan guna mengantisipasi bahaya asap yang dapat memburuk.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.